Sinsheim — Duel hidup-mati perebutan tiket Liga Champions antara Hoffenheim dan Stuttgart berakhir dengan drama penuh gol namun tanpa pemenang. Kedua tim menggila di PreZero Arena, menciptakan pertandingan penuh akselerasi yang berakhir dengan skor imbang 3-3 pada Sabtu (2 Mei 2026). Hoffenheim sempat unggul 3-1 di babak pertama dan kedua awal, namun Stuttgart menunjukkan karakter pejuang dengan comeback yang mengesankan meski bermain dengan 10 pemain.
Hoffenheim menggebrak sejak menit awal. Kramarić membuka buku skor pada menit 8, memanfaatkan umpan Asllani dari sisi lapangan dengan eksekusi sempurna menjebol gawang Nübel. Stuttgart menyamakan posisi sesingkat mungkin di menit 20 lewat Führich, yang menerima umpan Ramon Hendriks dari pertahanan dan mengakhiri konter cepat dengan tendangan melengkung. Namun Hoffenheim langsung mengambil alih lagi: Bazoumana Touré mencetak gol yang indah di menit 23 dengan tembakan keras yang Nübel tidak mampu tangkis, membuat tuan rumah unggul 2-1.

Gol ketiga Hoffenheim datang di menit 49, membuat skor menjadi 3-1. Kramarić menjadi pelaku utama lagi, menerima umpan Touré dan menyelesaikan dengan finishing yang presisi. Namun napas Stuttgart tidak mati. Ermedin Demirović memperpendek jarak di menit 64 setelah menerima bola dari Jamie Leweling. Drama sebenarnya datang di menit 69 ketika Atakan Karazor dikeluarkan dengan kartu merah akibat pelanggaran serius, meninggalkan Stuttgart dengan 10 pemain di tengah ketinggalan.
Dengan inferioritas numerik, Stuttgart terus menekan. Pelatih Sebastian Hoeness melakukan pergantian taktis, mengirim pemain-pemain segar ke lapangan untuk pertahanan yang lebih solid. Defensive line mereka dipimpin oleh Alexander Nübel, yang menampilkan penampilan gemilang dengan rating 8.3 dan berbagai save penting di saat-saat kritis. Hoffenheim, meski punya keunggulan pemain, tidak mampu mengamankan keunggulan mereka. Pelepasan shots mencapai 23 untuk tuan rumah versus 11 Stuttgart, tetapi presisi Stuttgart lebih berbahaya.
Momen drama terakhir datang di menit ke-90 plus 5, ketika Tiago Tomás mencetak gol tanpa assist dan menyamakan kedudukan 3-3. Gol pembuat laga menjadi dramatis ini datang setelah serangkaian pertahanan Hoffenheim yang goyah di fase akhir pertandingan. Stuttgart yang awalnya terlihat akan kalah telah kembali memperoleh satu poin berharga dengan performa mengagumkan mereka dari belakang.

Bazoumana Touré menjadi tokoh penting dengan rating 8.3, mencetak satu gol sekaligus memberikan satu assist yang menghasilkan gol ketiga Hoffenheim. Kramarić dengan dua gol menjadi pemain paling produktif Hoffenheim, meskipun ia menerima kartu kuning di menit 49 atas perilaku tidak sportif. Alexander Nübel, dengan rating tertinggi 8.3 yang sama, membuktikan diri sebagai pemain terbaik pertandingan dengan berbagai intervensi krusial di antara tiang gawang Stuttgart yang tergoyah.
Dengan penguasaan bola 53 persen, Stuttgart memaksimalkan setiap kesempatan meski menghadapi tuan rumah yang lebih dominan. Hoffenheim menghasilkan 9 shots on goal dari 23 total tembakan, sementara Stuttgart hanya mampu 3 shots on goal dari 11, namun ketiga-tiganya tercipta pada momen yang benar-benar mengancam. Pertandingan ini mencerminkan filosofi kedua tim: Hoffenheim yang tertata tapi terkadang lalai di fase akhir, dan Stuttgart yang ganas dalam memanfaatkan setiap peluang balik.
Imbang ini meninggalkan kedua klub dalam situasi yang masih terbuka dalam perebutan tiket Liga Champions. Hoffenheim yang mendominasi tetapi tidak efisien untuk memenangkan pertandingan, sementara Stuttgart yang bermain 10 pemain mampu menunjukkan resiliensi luar biasa. Laga berikutnya akan menjadi penentu apakah kedua tim dapat kembali menang dan mengamankan posisi mereka di empat besar Bundesliga.