Bandar Lampung — Pertandingan sengit tersaji di Stadion Sumpah Pemuda ketika Bhayangkara FC menjamu Persib Bandung dalam laga pekan ke-30 BRI Super League 2025/2026. Meski bermain sebagai tuan rumah, pasukan Bhayangkara tidak mampu mempertahankan keunggulan awal dan akhirnya menyerah dengan skor telak 2-4. Comeback dramatis Persib Bandung membuktikan mental juara mereka masih kokoh di tengah persaingan ketat merebut gelar.

Pertandingan dimulai dengan dominasi mengejutkan dari Bhayangkara FC. Hanya enam menit berjalan, Bernard Doumbia sudah membuka keunggulan dengan menerima umpan dari Privat Mbarga. Gol pembuka ini seolah membuka kran untuk tim tuan rumah. Dua puluh menit kemudian, tepatnya di menit 26, Moussa Sidibé menambah keunggulan menjadi 2-0 setelah menerima pergerakan tajam dari Doumbia. Pada tahap ini, Bhayangkara terlihat kompak dan penuh percaya diri menghadapi lawan yang seharusnya favorit memenangkan pertandingan.

Foto: cnnindonesia.com
Foto: cnnindonesia.com

Namun momentum berubah drastic menjelang akhir babak pertama. Gawang Bhayangkara diguncang di menit 45+2 saat Andrew Jung menyambut umpan dari Adam Alis Setyano untuk mengurangi ketertinggalan menjadi 2-1. Gol tersebut memberi secercah harapan bagi Persib untuk tidak masuk ruang istirahat dalam posisi yang terdesak jauh.

Babak Kedua: Drama Gol dan Comeback Memukau

Persib masuk babak kedua dengan perubahan taktis berani. Pelatih mereka segera melakukan substitusi ofensif dengan memasukkan Gufeng Zhu di menit 46, hanya tiga menit kemudian kombinasi pemain baru tersebut langsung berbuah manis. Gufeng Zhu memberikan umpan sempurna ke Berguinho, yang dengan tenang menyelesaikan untuk menyamakan kedudukan 2-2. Momentum telah sepenuhnya berpindah ke kubu Persib.

Laga semakin panas seiring pertandingan berlanjut. Bhayangkara mencoba bertahan dengan taktik bertahan yang lebih solid, tetapi kepatahan pertahanan terjadi di menit 60 ketika Beckham Putra Nugraha berhasil menjaringkan bola tanpa bantuan pemain lain untuk membuat skor 2-3. Persib kini unggul dan mulai mengontrol permainan dengan penguasaan bola mencapai 84 persen. Sementara Bhayangkara terus melakukan perubahan pemain untuk menemukan formula menyerang yang tepat, termasuk memasukkan Firza Andika di menit 55 menggantikan Frengky Deaner Missa.

Foto: bola.com
Foto: bola.com

Dramatisasi terus berlanjut dengan kartu-kartu bermunculan di lapangan. Firza Andika menerima kartu kuning di menit 65, sementara Uilliam Barros dari Persib juga terkena kartu kuning di menit 69. Tekanan Persib terus meningkat dan akhirnya gawang Bhayangkara kembali jebol di menit 89 melalui Adam Alis Setyano yang tampil sebagai eksekutor kedua dalam pertandingan ini, menetapkan skor akhir 2-4. Upaya Bhayangkara untuk mengejar balik pada menit 90+5 malah berakhir dengan keputusan VAR membatalkan gol mereka karena offside, menutup peluang terakhir tuan rumah.

Statistik pertandingan menunjukkan kontrol pertandingan yang jelas oleh Persib. Dengan 84 persen penguasaan bola, mereka menyerang Bhayangkara dengan 21 total tembakan dan 11 tepat sasaran. Meskipun Bhayangkara hanya mampu melakukan 11 tembakan dengan delapan tepat sasaran, mereka sempat menunjukkan ketajaman finishing di 30 menit awal pertandingan sebelum pertahanan mereka runtuh.

Kemenangan ini membawa Persib Bandung kembali ke posisi puncak klasemen BRI Super League 2025/2026 dengan momentum yang sangat baik menjelang pertandingan berikutnya. Kekalahan mengecewakan bagi Bhayangkara FC, yang harus menerima kenyataan kehilangan dua poin meskipun sempat memimpin dua gol. Pertandingan ini juga menarik perhatian media karena insiden kontroversial yang melibatkan Marc Klok, yang nantinya menjadi pembicaraan hangat di kalangan penggemar dan media olahraga Indonesia.

Persib akan kembali bertanding di pekan ke-31 dengan persiapan mantap sebagai tim yang kembali memperkuat posisi di klasemen. Sementara Bhayangkara membutuhkan analisis mendalam atas performa defensif mereka di babak kedua untuk menghadapi tantangan pekan-pekan selanjutnya. Komitmen kedua tim untuk terus berjuang di sisa musim sudah terbukti lewat intensitas pertandingan yang berlangsung di Stadion Sumpah Pemuda ini.