Cagliari berhasil mengamankan tiga poin vital dengan menundukkan Torino 2-1 dalam lanjutan Serie A pekan ke-37 di Unipol Domus pada Minggu, 18 Mei 2026. Setelah tertinggal lebih dulu dari gol Rafa Obrador di menit 37, sang tuan rumah menunjukkan resiliensi luar biasa dengan membalikkan keadaan melalui dua gol kilat—Sebastiano Esposito menyamakan kedudukan di menit 39, dan Yerry Mina menjebol gawang Torino kembali di menit 45+2 untuk memberikan Cagliari keunggulan yang mereka pertahankan hingga peluit akhir.

Laga berlangsung dramatis sejak menit-menit awal, dengan Torino menunjukkan ketajaman berbahaya di depan. Matteo Prati membawa tamu ke depan dengan umpan sempurna dari sayap kanan, menemukan Rafa Obrador yang dengan tenang menyelesaikannya. Namun Cagliari tidak terpuruk lama. Hanya dua menit kemudian, Gianluca Gaetano melepaskan bola kepada Esposito yang cepat bereaksi dan mencetak gol penyama kedudukan dengan finishing yang presisi. Momentum terus berpihak kepada pihak tuan rumah—di tambahan waktu babak pertama, Yerry Mina menonjol dengan ketinggian dan heading yang kuat, mengalahkan kiper Torino untuk memberikan skor 2-1 yang akan menjadi keputusan akhir pertandingan.

Serie A: Cagliari vs Torino
Serie A: Cagliari vs Torino

Jalannya Pertandingan

Babak pertama menjadi panggung pertukaran pukulan yang intens. Torino, yang datang dengan ambisi memperbaiki posisi klasemen di lima besar, menunjukkan organisasi defensif yang rapi meski tamu tampak lebih proaktif mencari gol. Cagliari, di sisi lain, mempertaruhkan segalanya di kandang mereka sendiri dengan posisi yang genting di zona degradasi. Pertandingan mencapai titik balik dramatis saat Obrador berhasil memanfaatkan ruang di pertahanan Cagliari, memberi Torino keunggulan dini yang mendorong tamu merasa percaya diri. Namun respons Cagliari sangat cepat—momentum bergeser ketika Esposito menunjukkan kelicikan dan ketajaman di dalam kotak, mengubah lintasan pertandingan dalam waktu dua menit. Sebelum wasit meniup tanda akhir babak pertama, Mina kembali membahayakan dengan melakukan lompatan tinggi pada sepakan sudut, menghasilkan header yang presisi melampaui jangkauan penjaga gawang Torino.

Babak kedua melihat Torino berusaha keras untuk mengambil kembali inisiatif, tetapi Cagliari memainkan pertahanan yang kokoh dan disiplin. Guillermo Maripán masuk di menit 46 untuk memperkuat lini belakang Torino, sementara kedua belah pihak melakukan perubahan bertubi-tubi mulai menit 59 untuk menjaga kesegaran fisik. Ché Adams dan Cesare Casadei masuk untuk Torino guna menambah dimensi serang, namun Cagliari tetap bertahan dengan baik. Pertandingan menjadi lebih bergejolak di fase akhir, dengan beberapa kartu kuning diberikan wasit—Guillermo Maripán dan Paul Mendy menerima peringatan di menit 82 setelah terjadinya insiden kecil. Cagliari terus melakukan rotasi pemain dengan memasukkan Michael Folorunsho, Ibrahim Sulemana, dan akhirnya Andrea Belotti untuk memastikan stabilitas hingga apitan akhir. Torino tidak pernah menyerah, menghasilkan total 10 tembakan dengan 3 mengenai sasaran, tetapi tidak mampu mengubahnya menjadi gol terlepas dari usaha keras sepanjang 90 menit.

Secara statistik, pertandingan mencerminkan dua tim yang sama-sama berbahaya namun berbeda dalam menyelesaikan peluang. Cagliari mendominasi dengan 13 tembakan dan 4 mengenai sasaran, sementara penguasaan bola hampir seimbang di angka 50 persen untuk masing-masing pihak. Torino, meski dengan jumlah tembakan yang lebih sedikit, mampu membuat beberapa peluang berkualitas tinggi namun gagal memanfaatkannya dengan optimal. Dominasi Cagliari di penghujung pertandingan memberi mereka ruang untuk mengamankan hasil, terutama dengan Torino yang sudah mengurangi intensitas seiring dengan bergulirnya menit.

Foto: goal.com
Foto: goal.com

Sebastiano Esposito dinobatkan sebagai pemain terbaik dengan rating 8.3 atas kontribusinya yang luar biasa. Penyerang Cagliari ini tidak hanya mencetak gol penyama, tetapi juga menunjukkan mobilitas dan insting yang tajam di dalam kotak penalti sepanjang pertandingan. Yerry Mina menjadi tokoh kedua yang menonjol dengan rating 7.5, dengan heading di injury time menjadi momen yang mengubah jalannya laga. Rafael Obrador juga layak mendapat pujian dengan rating 7.9 atas gol pembuka yang presisi, meskipun upaya Torino untuk membangun kembali tidak membuahkan hasil.

Menurut laporan media lokal, kemenangan ini membawa dampak signifikan bagi Cagliari dalam perjuangan menghindari degradasi. Seperti dilaporkan Bola.com, laga sengit di papan bawah Liga Italia terus berlanjut dramatis, dan tiga poin dari kemenangan di Unipol Domus menjadi krusial untuk memperbaiki posisi klasemen mereka. Cagliari kini memiliki peluang lebih baik memasuki pertandingan terakhir musim ini, yang akan mereka lakukan melawan AC Milan di San Siro pada 24 Mei mendatang. Pelatih Cagliari, Fabio Pisacane, telah menegaskan ambisi timnya untuk membuat kejutan di kandang Rossoneri, dan kemenangan atas Torino tentu memberikan kepercayaan diri tambahan.

Di sisi Torino, kekalahan ini menghentikan momentum mereka dalam mengincar finis 10 besar. Tim tamu pulang dari Sardegna dengan tangan kosong meski sudah unggul lebih dulu, mengindikasikan bahwa konsistensi masih menjadi tantangan serius mereka di pertandingan tandang. Dengan laga terakhir musim yang masih menanti, Torino perlu segera bangkit untuk mengamankan posisi mereka di zona aman klasemen Serie A.