London — Duel leg kedua semifinal Liga Konferensi Eropa akan tersaji di Selhurst Park ketika Crystal Palace menjamu Shakhtar Donetsk pada Kamis (7/5/2026) malam. Tim asuhan Oliver Glasner datang dengan kepercayaan diri tinggi setelah mengamankan kemenangan 3-1 pada pertemuan pertama di markas lawan minggu lalu, menempatkan mereka di ambang pintu final kompetisi Eropa tertinggi yang pernah dicapai klub asal London selatan ini.

Kepergian tersebut bagi Palace bukan sekedar kemenangan biasa. Menurut laporan media, hasil 3-1 atas Shakhtar sudah menempatkan mereka hampir pasti melaju ke final berkat keunggulan dua gol agregat. Sasaran Ismaïla Sarr di awal menit (1'), Daichi Kamada pada fase kedua (58'), dan Jørgen Strand Larsen di penutup pertandingan (84') memastikan tim dari London mencuri hasil maksimal di kandang lawannya yang tangguh. Namun, Glasner dan anak asuhnya tidak boleh berpuas diri — kompetisi Eropa penuh kejutan, dan reputasi Shakhtar sebagai tamu yang sulit dikalahkan masih nyata.

Foto: nerdytips.com
Foto: nerdytips.com

Bentuk Crystal Palace menjelang laga ini berfluktuasi. Setelah kemenangan besar di Donetsk, mereka tergantung momentum dengan mengalami kekalahan 0-3 dari Bournemouth di markas tamu tiga hari lalu. Sebelumnya, perjalanan kandang mereka juga penuh lumutan — kekalahan dari Liverpool 1-3 menunjukkan Palace masih belum konsisten menghadapi lawannya. Di kompetisi domestik, skuad Glasner mencatatkan catatan DWWDD di lima laga terakhir, menampilkan volatilitas yang cukup mengkhawatirkan. Namun, di Selhurst Park, fortress mereka selalu berbeda. Ismaïla Sarr, yang tampil gemilang dengan dua gol dalam lima laga terakhir, dan Daichi Kamada dengan satu gol masuk dalam radar prediksi pencetak gol.

Shakhtar Donetsk, di sisi lain, datang sebagai tim yang tetap berbahaya meskipun tertinggal jauh. Catatan perjalanan tandang mereka menunjukkan pola WDW, dengan performa yang lebih tersusun ketimbang Palace di lapangan netral. Alisson Santana menjadi ujung tombak ofensif mereka dengan tiga gol dalam lima laga terbaru, sementara Luca Meirelles dan Artem Bondarenko juga menunjukkan bentuk mencetak. Oleg Ocheretko, yang memasukkan satu gol di leg pertama, akan mencoba mengulang performa serupa untuk memberi harapan timnya mengejar hasil besar. Laporan media menyebutkan bahwa Arda Turan, pelatih Shakhtar, pernah berhadapan dengan Oliver Glasner sebelumnya dengan catatan satu kemenangan — pengalaman taktik ini akan menjadi senjata mereka.

Model prediksi memberi Crystal Palace peluang 55 persen untuk memenangkan pertandingan leg kedua ini, sementara hasil imbang dimungkinkan di angka 28 persen dan kemenangan Shakhtar hanya 17 persen. Skor prediktif 2-1 untuk Palace dirasa wajar mengingat mereka sudah dengan keuntungan besar dan bermain di kandang sendiri. Probabilitas gol lebih dari 2.5 berada di 58 persen, sementara kedua tim mencetak gol diperkirakan mencapai 65 persen — mengindikasikan pertandingan yang terbuka dan sarat gol dari kedua belah pihak.

Foto: www.tipmantips.com
Foto: www.tipmantips.com

Tujuan Palace sederhana: mengelola pertandingan, tidak terburu-buru, dan mengumpulkan satu atau dua gol lagi untuk menutup semua kemungkinan kebangkitan tamu. Shakhtar harus bermain all-attack sejak awal untuk menciptakan tekanan dan memberikan respons cepat terhadap gol Palace. Kedudukan tuan rumah yang dominan membuat mereka diunggulkan untuk melewati fase ini dan membuat sejarah dengan menjadi finalist Liga Konferensi pertama kalinya dalam dekade terakhir klub.

Pertandingan akan menjadi ujian kelayakan bagi Glasner dan rombongannya dalam menahan tekanan dan tekad Shakhtar untuk tetap berpeluang. Jika Palace bermain pintar dan efisien di depan gawang, tiket final sudah di ujung jari mereka. Namun, jika terjadi kelengahan, Shakhtar siap memanfaatkan momentum untuk membawa drama hingga babak akhir.