Hamburg — FC St. Pauli tertinggal dua gol sebelum akhirnya mencetak satu balasan, namun tak cukup untuk selamatkan diri dari kekalahan 1-2 melawan FSV Mainz 05 di Millerntor-Stadion, Minggu (3/5/2026). Mainz, yang sedang dalam posisi kritis di tengah perebutan tiket pertahanan, berhasil mengamankan tiga poin krusial pada laga pekan ke-32 Bundesliga ini.

Mainz menyambar duluan dengan sangat kilat. Hanya di menit ke-6, Phillip Tietz menjebol gawang St. Pauli setelah menerima umpan sempurna dari Sheraldo Becker dari sayap. Ancaman tamu terus berlanjut, dan di menit ke-40, Mainz melipatgandakan keunggulan mereka. Kali ini Silvan Widmer melepaskan umpan yang disamar oleh salah satu pemain Mainz, menghasilkan skor 0-2 sebelum turun minum.

Foto: www.nytimes.com
Foto: www.nytimes.com

Tuan rumah mencoba bangkit pada babak kedua. Pelatih St. Pauli melakukan perubahan besar-besaran di menit ke-46, memasukkan Adam Dzwigala dan Connor Metcalfe untuk menambah momentum penyerangan. Upaya itu berguna ketika Abdoulie Ceesay, yang masuk sebagai pengganti di menit ke-65, mencetak gol pengurang ketertinggalan di menit ke-87. Ceesay menyambut umpan Martijn Kaars dan menjebol gawang untuk membuat skor menjadi 1-2 — tetapi terlambat untuk selamatkan poin penuh.

Pertandingan bergerak semakin tegang di akhir babak kedua. Karol Mets terkena kartu kuning di menit ke-88 akibat pelanggaran keras, disusul Connor Metcalfe (menit 90+1) dan Abdoulie Ceesay (menit 90+4) juga menerima kartu kuning. Mainz sendiri hanya menerima satu kartu kuning melalui Daniel Batz di menit ke-68 karena melakukan taktik membuang-buang waktu.

Statistik pertandingan menunjukkan kontrol St. Pauli yang dominan. Dengan 17 tembakan dan 6 tembakan tepat sasaran, tuan rumah sebenarnya memiliki kesempatan lebih banyak. Mainz sebaliknya lebih efisien — hanya 10 tembakan dengan 3 tepat sasaran — namun lebih tajam di depan gawang. Kedua tim melakukan corner masing-masing tujuh kali.

Foto: www.espn.com
Foto: www.espn.com

Phillipp Mwene menjadi bintang utama Mainz dengan rating 8.2. Bek tim tamu ini tampil percaya diri sepanjang 91 menit dan berkontribusi signifikan di lini pertahanan. Sementara dari kubu St. Pauli, Adam Dzwigala dinilai layak dengan rating 7.7 meski hanya bermain 46 menit, dan Ceesay dengan rating 7.6 menjadi cahaya harapan dengan golnya di penutup pertandingan.

Kemenangan ini membawa Mainz semakin dekat dengan penyelamatan diri dari kejatuhan. Seperti dilaporkan Bola.net, Mainz memastikan posisi mereka tetap aman di kompetisi setelah laga crucial ini. Sebaliknya, St. Pauli harus terus berjuang dalam perburuan tiket pertahanan yang semakin menipis. Menurut BuLi News, ini menjadi salah satu kesempatan terakhir bagi Kiezkicker untuk menunjukkan reaksi dalam perlawanan mereka yang sedang goyah.

Pelatih St. Pauli, Blessin, seperti dilaporkan OneFootball, mengatakan ia tidak akan menyerah dan tetap percaya diri bisa mencapai tujuan bersama skuadnya meski hasil hari ini tidak memuaskan. St. Pauli masih memiliki satu pertandingan lagi musim ini untuk membuktikan diri mereka.