Prancis berhasil mengamankan tiket semifinal Piala Dunia 2026 setelah mengalahkan Maroko dengan skor telak 2-0 di Gillette Stadium, Foxborough, Massachusetts, Kamis malam (9 Juli 2026). Pertandingan perempat-final ini menjadi rematch dari semifinal 2022, kali ini dengan hasil yang jauh lebih nyaman bagi pasukan Didier Deschamps. Meski Kylian Mbappé gagal dari titik putih di menit ke-28, bintang PSG itu segera bangkit dan menjadi dalang kemenangan Les Bleus dengan dua assist sebelum diganti di menit ke-77.

Drama pertama muncul ketika Mbappé mendapat kesempatan penalti di menit ke-28 setelah pemain Maroko melakukan pelanggaran di area penalti. Namun, striker kelas dunia itu terlepas dari momentum dan tendangannya melebar dari sasaran — peristiwa mengecewakan yang bisa mengubah jalannya laga. Namun, Mbappé tidak terpengaruh secara mental. Sebaliknya, dia terus menggila di sayap dengan pergerakan berani dan passing akurat yang membuat pertahanan Maroko selalu dalam posisi genting. Penguasaan bola Prancis yang mencapai 48 persen (meski kalah dari Maroko yang 52 persen) tidak menggambarkan dominasi yang sebenarnya terjadi di lapangan; Les Bleus lebih terstruktur dan berbahaya dalam setiap serangan cepat.

Foto: cnnindonesia.com
Foto: cnnindonesia.com

Ledakan gol terjadi di babak kedua. Menit ke-60, Mbappé menerima umpan tajam dari Désiré Doué dari sisi kanan dan menyambut dengan sempurna untuk menjebol gawang Yassine Bounou — membawa Prancis unggul 1-0. Enam menit kemudian, momentum terus berpihak pada Les Bleus. Ousmane Dembélé, pemain bertahan serba-bisa Prancis, memanfaatkan umpan Mbappé dan mencetak gol kedua di menit ke-66. Dembélé tampil gemilang sepanjang pertandingan, mencatat rating 8.6 — tertinggi di lapangan — dengan tiga tembakan, satu di antaranya masuk gawang. Serangannya yang gesit dan positioning defensif yang cermat menjadikannya pemain terbaik pertandingan.

Maroko mencoba bertahan dengan kartu substitusi mereka. Di menit ke-62, pelatih Maroko mengubah komposisi dengan mengganti Ayyoub Bouaddi dan Bilal El Khannouss. Dua pergantian lagi dilakukan di menit ke-74 untuk membawa Brahim Díaz dan Anass Salah-Eddine. Namun, perubahan taktis itu tidak mampu menggoyahkan pertahanan Prancis. Dengan penguasaan bola 52 persen, Maroko justru kesulitan menciptakan peluang jelas; catatan statistik menunjukkan hanya 5 tembakan total dengan 1 yang tepat sasaran. Kiper Bounou, meski mencatat rating 7.6, sebenarnya jarang diuji sungguh-sungguh karena permainan Maroko tidak cukup tajam di depan. Satu-satunya kartu kuning yang terlihat jatuh ke pemain Maroko Issa Diop di menit ke-63, mencerminkan kamatian defensif yang terengah-engah.

Prancis terus mengkonsolidasi kemenangan dengan perubahan pemain di fase akhir. Mbappé diambil keluar di menit ke-77, berganti dengan Jean-Philippe Mateta, sementara Désiré Doué juga ditarik untuk Bradley Barcola. Substitusi ini bertujuan menghemat tenaga untuk menghadapi laga semifinal yang sudah di depan mata. Statistik akhir membedakan dua tim: Prancis mencatat 21 tembakan (8 mengenai gawang) berbanding Maroko yang hanya 5 (1 tepat sasaran). Corner dan faul hampir seimbang, namun kartu kuning terlihat di sisi Maroko, menandakan frustrasi tim bertamu yang semakin meningkat seiring berjalannya laga.

Foto: goal.com
Foto: goal.com

Kemenangan ini mengakhiri jejak Maroko di kompetisi World Cup 2026 setelah tampil mengesankan hingga perempat-final — perjalanan bersejarah bagi Singa Atlas, yang seperti dilaporkan Goal.com, sebenarnya bisa saja berlanjut lebih jauh dengan performa defensif yang lebih solid. Prancis, di sisi lain, meraih pencapaian besar dengan lolos ke semifinal untuk ketiga kali berturut-turut, menegaskan status mereka sebagai salah satu kekuatan utama kompetisi. Duel semifinal Prancis akan menentukan siapa yang berkompetisi di final, mengakhiri perjalanan dramatik Piala Dunia 2026 yang penuh dengan kejutan dan momen heroik.