Getafe berhasil mengamankan tiga poin dengan gemilang setelah mengalahkan Mallorca 3-1 di Estadio Coliseum pada Rabu malam (13 Mei 2026). Pertandingan ini menjadi pesta gol bagi skuad tuan rumah, terutama penyerang Martín Satriano yang menunjukkan performa luar biasa dengan dua gol di babak pertama. Meski Mallorca mencoba comeback di babak kedua lewat Omar Mascarell, upaya mereka terlalu terlambat untuk mengubah hasil akhir.

Getafe memulai dengan dominasi sejak awal pertandingan. Di menit ke-14, Satriano membuka keunggulan setelah menerima umpan dari Allan Nyom di sisi pertahanan. Penyerang Argentina itu tidak membuang kesempatan untuk menjebol gawang Mallorca dengan akurat. Gol pertama ini memberi kepercayaan diri kepada tuan rumah untuk terus menggebrak.

Foto: www.espn.com
Foto: www.espn.com

Pertandingan terus berjalan dengan intensitas tinggi, diiringi dengan beberapa kejadian kartu kuning. Pada menit ke-31, Omar Mascarell dari Mallorca menerima kartu kuning karena pelanggaran. Tiga menit kemudian, Pablo Maffeo juga mendapat peringatan serupa atas pemain tamu. Namun, bukan kartu yang menjadi sorotan utama—melainkan performa menyerang Getafe yang terus mengancam.

Babak pertama diakhiri dengan pukulan telak ketika Satriano kembali merayakan gol pada menit ke-41. Kali ini tanpa bantuan assist, penyerang berusia 25 tahun itu menunjukkan finishing yang sempurna untuk memperlebar keunggulan Getafe menjadi 2-0 menjelang istirahat. Dengan penguasaan bola 105%, tuan rumah memang menampilkan keunggulan yang jelas di separuh pertandingan pertama.

Babak Kedua: Getafe Perkuat Dominasi, Mallorca Coba Bangkit

Mallorca membuat perubahan agresif sesaat setelah istirahat. Pada menit ke-46, Pablo Torre menggantikan Zito Luvumbo untuk membawa energi baru di lini tengah. Strategi ini bertujuan untuk lebih aktif dalam penyerangan dan mengimbangi dominasi Getafe. Namun, permulaan babak kedua justru menjadi mimpi buruk bagi skuad tamu.

Foto: www.nytimes.com
Foto: www.nytimes.com

Di menit ke-63, Zaid Romero menambah keunggulan Getafe menjadi 3-0 setelah menerima umpan sempurna dari Luis Milla. Gol ketiga ini praktis menutup peluang Mallorca untuk comeback. Namun, dua menit kemudian, Omar Mascarell berhasil menyamakan kedudukan menjadi 3-1 lewat umpan dari Pablo Torre di menit ke-65, menunjukkan tanda kehidupan bagi tamu yang sempat tertinggal jauh.

Setelah gol Mascarell, pertandingan menjadi semakin ricuh dengan banyaknya pergantian dan kartu kuning. Getafe melakukan perubahan pada menit ke-64 dengan memasukkan Davinchi menggantikan Allan Nyom, meski pemain yang keluar adalah top performer dengan rating 8.3. Mallorca terus mengganti pemain dengan memasukkan Antonio Sánchez, Takuma Asano, dan Abdón Prats untuk mencari terobosan tambahan. Namun, pertahanan Getafe berhasil bertahan dan menjaga jarak hingga akhir pertandingan.

Kondisi pertandingan semakin panas di akhir babak kedua dengan distribusi kartu kuning yang meningkat. Pablo Torre dari Mallorca terkena kartu kuning pada menit ke-74. Sementara itu, Domingos Duarte, Davinchi, Mario Martín dari Getafe juga menerima peringatan kuning di menit ke-78, ke-80, dan ke-86. Begitu juga Antonio Sánchez dari Mallorca yang mendapat kartu kuning pada menit ke-81. Total, Getafe mencatat 3 kartu kuning sementara Mallorca 4 kartu.

Martín Satriano menjadi sorotan utama pertandingan dengan dua gol yang dicetak sepanjang 90 menit, menampilkan rating 8.3 yang sama dengan Allan Nyom. Namun, Nyom yang tampil hanya 64 menit masih menjadi pemain terbaik pertandingan berdasarkan performa defensif dan assist yang diberikan untuk gol pembuka. Sementara itu, Omar Mascarell dari Mallorca dengan rating 7.7 menjadi satu-satunya pemain tamu yang menonjol dengan satu gol di akhir pertandingan.

Statistik menunjukkan Getafe unggul dalam efisiensi meski Mallorca mencoba terus menekan. Getafe melakukan 6 percobaan tembakan dengan 4 mengenai sasaran, sementara Mallorca mencatat 9 tembakan namun hanya 2 yang mengenai target. Superioritas tuan rumah tercermin dari penguasaan bola yang mencapai 105%, jauh melampaui Mallorca di 99%. Dari segi corner, Getafe mendapatkan 4 tendangan sudut, sementara Mallorca 3.

Kemenangan ini memberi Getafe momentum positif menjelang akhir musim reguler La Liga. Hasil 3-1 ini menunjukkan konsistensi dalam performa ofensif, terutama dengan Satriano yang terus berkontribusi di gawang lawan. Untuk Mallorca, kekalahan ini menjadi pukulan yang cukup telak, meski Omar Mascarell sempat memberi harapan tipis dengan gol consolation di penghujung pertandingan. Perjalanan musim kedua tim masih berlanjut dengan laga-laga krusial di depan mata.