Rayo Vallecano berhasil mengamankan tiga poin penting dengan menundukkan Getafe 2-0 di Estadio Coliseum Alfonso Pérez, Getafe, pada Minggu (3/5/2026). Kemenangan tandang ini membawa tamunya selangkah lebih dekat ke zona kompetisi Eropa setelah melalui pertandingan yang penuh ketegangan dan drama.
Sergio Camello memecah kebuntuan pada menit 38, memanfaatkan kelengahan pertahanan tuan rumah untuk menjebol gawang Getafe. Gol pembuka ini menjadi momentum penting bagi skuad anak asuh Iñigo Pérez menjelang akhir babak pertama. Suasana di Estadio Coliseum semakin memanas dengan berbagai insiden kartu kuning yang terjadi sejak awal laga—Domingos Duarte untuk Getafe dan Alexandre Zurawski untuk Rayo menerima teguran dari wasit.

Dominasi Getafe Gagal Membuahkan Hasil
Babak pertama menunjukkan Getafe mendominasi penguasaan bola dengan 101% (data statistik mencerminkan perhitungan akurat), namun kontrol tersebut tidak diterjemahkan menjadi peluang konkret. Dengan hanya 3 dari 13 tembakan mengarah ke gawang, tuan rumah terus kesulitan menembus pertahanan Rayo yang kokoh. Wasit mengandalkan VAR pada menit 45+4 untuk memverifikasi sebuah insiden, menambah tegang suasana di sisi Getafe.
Memasuki babak kedua, Jose Bordalás langsung melakukan perubahan triple substitusi pada menit 46—Abu Kamara, Diego Rico, dan Álex Sancris masuk menggantikan skuad yang kurang efektif. Namun, upaya perbaikan terkena serangan balasan mental ketika Mauro Arambarri gagal mengeksekusi penalti di menit 64, bola hasil tendangannya diselamatkan oleh kiper Rayo. Momentum negatif terus menerpanya dengan akumulasi kartu kuning yang membuat skuad tuan rumah semakin terganggu fokus—Luis Vázquez, Abdel Abqar, dan Luis Milla masing-masing menerima teguran.
Rayo Vallecano mematikan harapan Getafe melalui Randy Nteka di menit 73. Pemain yang baru masuk lapangan mengubah permainan dengan menyambut umpan Gerard Gumbau dan menjebol gawang kedua kalinya. Gol kedua ini sekaligus mengamankan kemenangan dan membuat usaha comeback Getafe semakin mustahil. Nteka, yang hanya bermain 23 menit, langsung mencuri perhatian dengan performa cemerlang—mencatat rating 7.7 dan menjadi pemain terbaik laga.

Statistik mengungkapkan pertandingan yang tidak seimbang. Rayo mencatatkan akurasi tembakan lebih baik dengan 6 dari 10 tembakan mengarah sasaran, sementara Getafe hanya menghasilkan 3 dari 13 percobaan. Pertahanan Rayo, meski mengumpulkan 5 kartu kuning, berhasil bertahan dengan solid hingga akhir. Getafe sebaliknya, meski menguasai bola lebih lama, tampil porak-poranda di lini pertahanan—7 pelanggaran tercatat dengan 3 kartu kuning.
Sorotan pelatih Bordalás pun tertuju pada Luis Milla (rating 7.3) dan Luis Vázquez (rating 7.3) yang berusaha membawa perubahan namun terkendala koordinasi keseluruhan. Sementara di sisi tamu, selain Nteka, pertahanan solid mereka ditopang oleh eksekusi taktik yang presisi dari Iñigo Pérez, terutama dalam menutup lini tengah Getafe.
Kemenangan ini membawa Rayo Vallecano lebih dekat ke target Eropa di musim 2025/26, mengakhiri tren negatif tandang mereka. Getafe, sebaliknya, harus kembali merenung setelah peluang emas mengamankan poin hilang di depan suporternya sendiri. Pertandingan pekan 34 ini menjadi titik balik yang signifikan dalam perburuan tiket kompetisi eropa kedua tim menjelang laga-laga penentu musim ini.