Almelo — FC Groningen meninggalkan Asito Stadium dengan saku berisi tiga poin setelah mengalahkan Heracles 2-1 dalam laga Regular Season pekan 34 Eredivisie. Tamu berhasil membalikkan kedudukan setelah sempat tertinggal, dengan performa defensif yang solid di paruh kedua membuat upaya comeback Heracles kandas.

Groningen memulai pertandingan dengan eksplosif. Baru tiga menit berjalan, David van der Werff membuka keunggulan tamu tanpa bantuan assist apapun, langsung mengguncang pertahanan tuan rumah yang masih belum sepenuhnya siap. Namun Heracles tidak lama larut dalam kesedihan. Melalui taktik permainan yang cepat, tim tuan rumah menyamakan kedudukan di menit 17 ketika Tristan van Gilst menerima umpan matang dari Mimeirhel Benita dan berhasil menjebol gawang Groningen dengan akurat.

Foto: www.flashscore.com
Foto: www.flashscore.com

Pertandingan bergulir cukup ketat hingga akhir babak pertama, dengan Heracles sedikit lebih aktif menguasai bola. Tersimpan dalam catatan, VAR turut terlibat di menit 34 dalam sebuah insiden yang menjadi fokus, meski detail kejadiannya tidak mengubah skor yang masih tertempel 1-1 menjelang istirahat.

Babak kedua dimulai dengan permainan yang lebih terbuka. Groningen kembali ke depan di menit 56 melalui Tygo Land, yang memanfaatkan umpan lateral dari Marco Rente untuk menyelesaikan bola dengan tepat dan membuat skor menjadi 1-2. Gol tersebut menjadi penentu jalannya pertandingan, sebab meskipun Heracles terus menekan, mereka gagal menemukan celah untuk menyamakan kedudukan lagi.

Kedua pelatih melakukan rotasi besar-besaran menjelang akhir pertandingan. Heracles mengeluarkan Erik Ahlstrand, Rhys Bozinovski, Tarik Hamamioglu, dan Jeppe Wijnreder secara bertahap di fase akhir, sementara Groningen memasukkan Travis Hernes, Rui Mendes, Jismerai Dillema, dan Wouter Prins. Menit 87, Jan Zamburek mendapat kartu kuning karena pelanggaran, diikuti substitusi terakhir Sil Blokhuis di menit 88. Groningen juga menerima kartu kuning di ujung pertandingan melalui Travis Hernes karena pemborosan waktu di menit 90.

Foto: www.youtube.com
Foto: www.youtube.com

Statistik pertandingan menunjukkan dominasi Heracles dalam penguasaan bola—mencapai 82 persen—namun mereka hanya menghasilkan 5 dari 16 tendangan ke gawang. Groningen lebih efisien dengan 2 tembakan tepat dari 11 total, sebuah indikasi bahwa efektivitas finishing menjadi kunci pembeda di laga ini.

Walid Ould-Chikh tampil gemilang untuk Heracles dengan rating 8.5 dan menjadi pemain terbaik di lapangan, sementara Tygo Land dari Groningen meraih rating 7.9 seiring kontribusinya mencetak gol kemenangan. Thomas Bruns juga menonjol untuk tuan rumah dengan rating 7.3 dalam 76 menit bermain.

Kekalahan di kandang sendiri ini menjadi pukulan bagi Heracles yang tengah berjuang mengamankan posisi di klasemen Eredivisie. Sementara itu, kemenangan Groningen membawa mereka lebih dekat ke target musiman—bahkan dengan pro dan kontra di sekitar tim yang akan menghadapi playoff melawan Ajax pekan depan, seperti dilaporkan Goal.com. Performa Groningen hari ini membuktikan bahwa mereka masih memiliki daya tempur yang tangguh jelang fase penentu musim ini.