Juventus mengalami pukulan telak di kandang sendiri ketika Fiorentina bertandang ke Allianz Stadium pada Minggu (17/5/2026) dalam laga pekan ke-37 Serie A 2025/2026. Bianconeri ditundukkan La Viola dengan skor 0-2, pukulan yang sangat menyakitkan mengingat pentingnya tiga poin untuk memperjuangkan tiket Liga Champions. Kekalahan ini membuat posisi Juventus di klasemen terancam tergusur dari empat besar, sementara persaingan lolos Liga Champions kian bergejolak menjelang pekan terakhir musim ini.
Fiorentina memulai dengan intensitas tinggi dan berhasil memanfaatkan kesempatan emas mereka di menit 34. Cher Ndour menerima umpan dari Manor Solomon dan tanpa banyak pikir langsung menjebol gawang Juventus untuk membuat skor 0-1. Sebelum itu, pertandingan sudah penuh dengan ketegangan — di menit 22 Marin Pongracic menerima kartu kuning setelah melakukan pelanggaran, diikuti Bremer mendapat kartu merah di akhir babak pertama saat menit 45. Penyusutan pemain membuat Juventus semakin kesulitan mengorganisir pertahanan.

Babak Kedua: Drama VAR dan Keputusan Pahit
Juventus berusaha keras membalas di babak kedua dengan melakukan beberapa perubahan taktis. Menit ke-46 mereka segera mengganti pemain, mengeluarkan Jérémie Boga untuk menjaga sisi serangan. Namun upaya Bianconeri terhalang oleh lini pertahanan Fiorentina yang solid dan juga keputusan VAR di menit 72. Dušan Vlahović sempat merayakan gol dengan antusias, tetapi sistem review membatalkan gol tersebut dengan alasan offside — keputusan yang membuat frustrasi semakin memuncak di barisan Juventus.
Pada saat yang sama, drama lain menimpa Fiorentina saat menit 72 ketika Luca Ranieri menerima kartu merah karena insiden dalam pertandingan. Kendati bermain dengan 10 pemain, La Viola justru terlihat lebih berbahaya. Rolando Mandragora yang baru masuk sebagai pengganti berhasil menambah keunggulan Fiorentina di menit 83 dengan gol penentu 0-2. Dengan penguasaan bola hanya 67 persen namun konversi peluang jauh lebih efisien, tim tamu membuktikan bahwa efektivitas lebih penting daripada dominasi lapangan.
Juventus sebenarnya menguasai permainan dengan 99 persen penguasaan bola, mencatat 26 tembakan dengan 9 di antaranya tepat sasaran. Namun ketidakmampuan mengkonversi peluang menjadi gol menjadi masalah utama. Sebaliknya, Fiorentina dengan hanya 10 tembakan dan 4 di sasaran, justru lebih puas karena mampu mencetak dua gol. Jérémie Boga mencatat rating tertinggi 8.7 meskipun timnya kalah, sementara Manuel Locatelli dengan rating 8.5 tidak mampu mengubah dominasi menjadi hasil positif.

Kekalahan ini adalah pukulan berat bagi Juventus dalam perjuangan meraih Liga Champions. Seperti dilaporkan Goal, Bianconeri melihat tiket Liga Champions terlepas dari genggaman setelah kalah di kandang. Fiorentina sebaliknya memberikan kabar baik bagi AC Milan, AS Roma, dan Como dengan kemenangan ini, menunjukkan bahwa perburuan tiket Eropa masih terbuka sangat lebar. Pekan terakhir akan menjadi penentuan segalanya di Serie A musim ini.