Valencia — Levante berhasil mengamankan tiga poin krusial setelah menundukkan Mallorca dengan skor telak 2-0 di Estadio Ciudad de Valencia pada pekan 37 La Liga 2025-26. Kemenangan ini membawa Los Granotas semakin menjauh dari zona degradasi, sementara tamu dari pulau Baleares semakin terancam turun ke divisi bawah dalam laga pamungkas musim reguler yang penuh ketegangan.

Levante langsung menunjukkan niat sejak menit awal, meski pertandingan cukup tertutup di babak pertama. Pertahanan Mallorca berhasil menghadang serangan-serangan awal tuan rumah hingga memasuki fase ketiga puluhan menit. Pada menit 30, percengcokan pertama terjadi ketika Nacho Pérez menerima kartu kuning atas akusasi roughing, menandakan intensitas tinggi sejak dini. Dua menit berselang, tepatnya menit 32, Carlos Espí membobol jala Mallorca tanpa bantuan assist. Gol pembuka ini memberikan Levante keunggulan signifikan memasuki istirahat pertama, dan momentum berubah drastis menguntungkan tuan rumah.

Foto: goal.com
Foto: goal.com

Babak kedua berlangsung dengan dinamika berbeda. Mallorca melakukan perubahan taktis agresif sejak menit 46 dengan menurunkan David López menggantikan pemain lainnya. Namun strategi penyeimbangan jumlah tidak membuahkan hasil memuaskan karena pertahanan Levante tetap kokoh. Levante bahkan terus mencari gol kedua untuk mengamankan hasil. Substitusi beruntun dilakukan kedua tim — Mallorca mengeluarkan Pablo Torre di menit 61 dan melanjutkan dengan perubahan massif di menit 69 dengan mengeluarkan Zito Luvumbo dan Martin Valjent. Levante juga melakukan penyesuaian di menit 64 dengan Iker Losada.

Tensi pertandingan mencapai puncaknya menjelang akhir laga. Pada menit 78, kiper Mathew Ryan menerima kartu kuning atas alasan delay of game, mempertegas bahwa both sides sedang dalam pertandingan sangat ketat. Kejadian dramatis kemudian terjadi di menit 86 ketika dua kartu merah berturut-turut dikeluarkan: Johan Mojica dari Mallorca dan Roger Brugué dari Levante, keduanya karena unsportsmanlike conduct. Insiden ini menciptakan suasana mencekam, namun justru Levante tetap mampu menambah keunggulan. Tepat satu menit kemudian, menit 87, Kervin Arriaga menyamakan jumlah gol dengan menerima umpan sempurna dari Jon Ander Olasagasti dan melepaskan tembakan yang menembus gawang. Gol kedua ini praktis mengunci kemenangan Levante menjelang tuoot akhir.

Statistik menunjukkan cerita unik pertandingan ini. Meskipun Mallorca menguasai bola 71 persen berbanding 29 persen Levante, tuan rumah jauh lebih efisien dalam finishing. Levante mencatat 9 total tembakan dengan 3 tepat sasaran, sementara Mallorca dengan penguasaan dominan hanya mampu 12 tembakan total namun hanya 3 yang terarah ke target. Pertahanan Levante, khususnya Mathew Ryan di gawang, tampil cemerlang sepanjang pertandingan dan dinilai sebagai pemain terbaik dengan rating 9.0. Kervin Arriaga, yang mencetak gol kedua, meraih rating 8.2, sementara Carlos Espí pencetak gol pertama memperoleh rating 7.5.

Foto: en.as.com
Foto: en.as.com

Kemenangan ini sangat berarti bagi Levante dalam konteks musim. Seperti dilaporkan media lokal, Levante berhasil menjauh dari zona degradasi dengan jarak aman tiga poin setelah pertandingan kritis ini. Sebaliknya, Mallorca kini berada dalam situasi sangat tertekan karena hasil kekalahan memperdalam posisi mereka di papan klasemen, kian dekat ke jurang degradasi dengan laga terakhir musim masih ada di depan mata. Kondisi ini membuat pertandingan akhir musim kedua tim akan menjadi semakin mendebarkan mengingat belum semua tim telah menjalankan seluruh gelaran pertandingan liga.

Levante akan kembali ke aksi di kesempatan terakhir musim reguler dengan tujuan mengonsolidasikan posisi mereka, sementara Mallorca harus bangkit dari keterpurukan dan meraih hasil maksimal pada laga akhir untuk menghindari degradasi — duel yang menentukan nasib kedua tim di musim 2025-26 ini.