Liverpool akan menjamu Chelsea di Anfield pada Sabtu, 9 Mei 2026, pukul 11:30 WIB dalam pertandingan seru Liga Premier pekan reguler ke-36. Duel ini menghadirkan kontras dramatis: The Reds berusaha mengamankan posisi teratas dengan form mixed, sementara The Blues tengah mengalami krisis paling parah musim ini setelah terjepit dalam urutan kekalahan enam laga beruntun.

Situasi Chelsea memang sangat memprihatinkan menjelang laga ini. Seperti dilaporkan Detik Sport, klub asal London itu tidak ingin terlalu lama larut dalam kekecewaan usai kolaps spektakuler di akhir musim. Catatan terburuk mereka tercermin dalam lima laga terakhir: semua berakhir dengan kekalahan. Tandang ke Brighton berakhir memalukan 0-3, sementara di kandang sendiri pun kalah 0-1 dari Manchester United. Puncaknya, laga terbaru melawan Nottingham Forest hanya mampu mencetak satu gol sebelum akhirnya terkalahkan 1-3. Tidak ada pemain Chelsea yang menonjol dalam form—hanya João Pedro yang sempat mencetak satu gol di lima pertandingan terakhir. Krisis mental dan teknis ini membuat mereka bergerak ke Anfield dengan beban psikologis yang sangat berat.

Foto: nytimes.com
Foto: nytimes.com

Sebaliknya, Liverpool datang dengan status favorit signifikan meskipun form mereka juga tergolong berfluktuasi. Dari lima laga terakhir, The Reds meraih dua kemenangan, dua kekalahan, dan satu kemenangan—pola W-L-W-W-L yang menunjukkan ketidakstabilan. Akan tetapi, kemenangan terbaru mereka atas Crystal Palace (3-1) di rumah memberikan momentum positif menjelang derbi ini. Dalam pertandingan itu, Alexander Isak, Andy Robertson, dan Florian Wirtz mencetak gol-gol penting. Sebelumnya, mereka berhasil menang tandang ke Everton 2-1 lewat gol Mohamed Salah (29') dan Virgil van Dijk (90'). Meski kemudian kalah di Old Trafford 2-3 dari Manchester United minggu lalu, Liverpool tetap mempertahankan gap poin yang jauh di atas Chelsea.

Perbedaan klasemen antara kedua tim mencerminkan jurang kualitas yang signifikan. Liverpool unggul 10 poin dan memiliki selisih gol +12, sementara Chelsea hanya 0. Data statistik musiman ini menekankan bahwa The Reds bukan sekadar unggulan probabilitas, melainkan tim yang konsisten mengungguli The Blues dalam setiap metrik fundamental—produktivitas, efisiensi, dan ketahanan pertahanan. Dalam konteks pekan 36 musim yang tinggal tinggal, setiap poin sangat berharga bagi kedua belah pihak.

Mohamed Salah menjadi fokus utama serangan Liverpool. Winger Mesir itu sedang dalam form tajam dengan dua gol di lima pertandingan terakhir, dan media lokal baru-baru ini melaporkan bahwa Salah telah mengeluarkan peringatan tegas soal standar tinggi yang harus dipertahankan klub jelang perubahan struktur di musim depan. Kehadiran Salah di Anfield akan menjadi teror konstan bagi pertahanan Chelsea, yang sudah jelas kelelahan. Sementara itu, Alexander Isak dan Rio Ngumoha juga turut meramaikan papan skor Liverpool dalam fase terkini, menciptakan multiple attacking threats yang sulit diatasi.

Foto: www.myfootballfacts.com
Foto: www.myfootballfacts.com

Model prediksi memberikan Liverpool peluang kemenangan 62 persen, jauh di atas harapan Chelsea yang hanya 16 persen menang. Hasil imbang diprakirakan terjadi dalam 22 persen skenario. Skor yang paling mungkin adalah 2-1 untuk Liverpool. Over 2.5 goals diprediksi mencapai 58 persen, sementara probabilitas kedua tim mencetak gol (BTTS) berdiri di angka 64 persen—mengindikasikan pertandingan yang terbuka dengan cukup banyak peluang dari kedua sisi. Tingkat kepercayaan model ini mencapai 54 persen, ukuran moderat yang mencerminkan ketidakpastian yang selalu ada dalam sepak bola.

Faktor kunci kemenangan Liverpool terletak pada superioritas kandang dan kualitas pemain yang tersedia. The Reds memiliki track record solid di Anfield, meskipun form terakhir mixed. Sebaliknya, Chelsea away form mereka jauh lebih buruk dari home—ini adalah celah fatal yang bisa dimanfaatkan Liverpool. Tidak ada pemain cedera atau suspensi signifikan di kedua tim untuk laga ini, jadi keputusan taktik akan menjadi penentu utama.

Dalam konteks pekan 36 musim Premier League, laga ini bukan sekadar tiga poin biasa. Bagi Liverpool, kemenangan mengukuhkan posisi mereka di papan klasemen dan memberikan confidence menjelang laga-laga penentu di akhir musim. Bagi Chelsea, hasil apapun selain kekalahan akan dianggap sebagai titik balik dari krisis berkepanjangan mereka. Namun, menghadapi The Reds di kandang mereka sendiri—dengan semangat yang tinggi dan pemain-pemain kunci dalam kondisi optimal—akan menjadi ujian berat bagi The Blues yang sudah terdesak.

Prediksi: Liverpool menang 2-1. The Reds favorit jelas untuk meraih tiga poin dan terus memimpin pertarungan di puncak klasemen. Chelsea membutuhkan keajaiban untuk menghentikan pukulan The Reds di Anfield, sebuah tugas yang terasa hampir mustahil mengingat krisis panjang yang sedang mereka alami.