Estadio Banorte di Mexico City menjadi saksi pertarungan luar biasa ketika Inggris bertandang ke markas Meksiko dalam babak 16 besar Piala Dunia 2026 pada Senin (6/7) malam waktu setempat. Laga yang diprediksi akan menguntungkan tuan rumah dengan peluang menang 28 persen berakhir dengan kemenangan dramatis Tiga Singa, yang mengalahkan Azteca dengan skor 3-2 melalui pertunjukan gemilang Jude Bellingham. Bintang Inggris tersebut mencetak dua gol di babak pertama dan memimpin anak asuh Thomas Tuchel untuk bangkit dari ketertinggalan membangun momentum hingga akhir pertandingan.
Inggris membuka pertandingan dengan agresif dan membuahkan hasil cepat. Pada menit ke-36, Jude Bellingham menyambut umpan silang Bukayo Saka dengan tembakan akurat yang menembus gawang Meksiko tanpa peluang bagi kiper. Tinggal dua menit kemudian, Bellingham kembali menggila dengan gol keduanya. Kali ini striker muda itu memanfaatkan umpan Harry Kane untuk menambah keunggulan menjadi 2-0. Pertandingan tampak satu arah dengan dominasi penguasaan bola Inggris mencapai 67 persen, sementara Meksiko dengan benteng kandang hanya mampu menghasilkan enam tembakan seluruh babak pertama.

Namun pertemuan ini jauh dari selesai. Jelang akhir babak pertama pada menit ke-42, Julián Quiñones berhasil menyamakan kedudukan menjadi 2-1 setelah menyelusup di antara lini pertahanan Inggris. Gol tersebut memberikan semangat bagi skuad tuan rumah yang tidak menyerah meski tertinggal. Peluang Meksiko untuk membuat laga lebih terbuka terlihat dari peningkatan agresivitas mereka menjelang interval, mencuri poin di babak yang dominan dikuasai musuh.
Babak Kedua: Inggris Bertahan Meski Kehilangan Pemain
Pertandingan memanas di babak kedua ketika pada menit ke-54, bek Inggris Jarell Quansah menerima kartu merah setelah melakukan pelanggaran serius terhadap pemain Meksiko. Dengan jumlah pemain berkurang, Inggris harus berjuang mempertahankan keunggulan mereka. Sebelum situasi memburuk lebih jauh, pada menit ke-60 Harry Kane mengeksekusi penalti dengan sempurna untuk menambah keunggulan menjadi 3-1. Gol dari titik putih tersebut terlihat sebagai pukulan telak bagi Meksiko, menempatkan mereka membutuhkan dua gol untuk melanjutkan petualangan di turnamen.
Namun tim tuan rumah tidak berputus asa. Pada menit ke-69, Raúl Jiménez juga mengeksekusi penalti untuk Meksiko, mengurangi ketinggalan menjadi 3-2. Pertandingan kembali terbuka dengan Azteca menekan Inggris untuk mencari gol ketiga di sisa waktu yang tersisa. Tekanan dari tim lokal meningkat drastis dengan berbagai pergantian pemain dilakukan untuk memperkuat serangan, namun taktik Tuchel dengan formasi bertahan berhasil menutup celah-celah berbahaya. Meksiko menciptakan peluang-peluang namun tidak ada yang berhasil disempurnakan di fase akhir pertandingan.

Situasi pertandingan menjadi semakin tegang dengan kartu kuning berdatangan di kedua belah pihak. Inggris menunjukkan disiplin defensif yang baik meski harus bermain dengan sepuluh pemain sejak menit ke-54. Pertahanan Tiga Singa dengan Marc Guéhi dan Declan Rice (yang sudah mendapat kartu kuning di awal) bekerja keras menghalangi serangan balik Meksiko yang semakin berbahaya. Waktu terus berjalan dan Meksiko tidak mampu menembus kembali, sementara Inggris secara bijak mengelola pertandingan untuk mengamankan tiga poin dan tiket ke perempat final.
Laga berakhir dengan kemenangan Inggris 3-2, mengirim Meksiko pulang dari kompetisi meskipun pertunjukan mereka di kandang sangat mengesankan. Jude Bellingham dinobatkan sebagai pemain terbaik dengan rating sempurna 9.0 dan kontribusi dua gol dari tiga tembakan ke gawang. Pemain berusia 22 tahun tersebut membuktikan diri sebagai bintang yang dimainkan Inggris untuk kompetisi tingkat tertinggi. Sementara Quiñones dengan rating 7.9 menjadi harapan terakhir Meksiko menciptakan peluang-peluang di pertandingan yang intens ini.
Prestasi Inggris dalam laga ini lebih mengesankan mengingat mereka harus berjuang dengan sepuluh pemain selama 35 menit terakhir. Statistik menunjukkan Inggris melepaskan 20 tembakan dengan lima di antaranya presisi mengenai gawang, jauh lebih banyak dari enam tembakan Meksiko dengan lima mengarah ke target. Akumulasi peluang ini membuktikan bahwa kehebatan dalam menciptakan kesempatan gol menjadi kunci penetrasi Inggris menembus pertahanan Azteca yang tanggap.
Kemenangan ini membawa Inggris ke babak perempat final Piala Dunia 2026 untuk menghadapi Norwegia dalam pertandingan yang dijanjikan akan lebih menantang. Sementara Meksiko, kendati bermain dengan semangat tinggi di kandang, harus menerima kenyataan bahwa momentum mereka di grup tidak cukup membawa mereka lebih jauh dalam turnamen bergengsi ini.