Nashville SC tertinggal dengan margin telak 0-2 setelah babak pertama yang buruk melawan DC United di Geodis Park, Minggu malam (10/5/2026). Namun skuad tuan rumah menunjukkan karakter juara dengan comeback spektakuler di babak kedua, berkat penampilan gemilang Warren Madrigal yang mencetak dua gol, mengakhiri pertandingan dengan skor 2-2 dalam laga pekan ke-13 MLS regular season.

DC United memulai dengan serangan menggila. Menit 25, Louis Munteanu membuka kemenangan dengan sundulan keras setelah menerima umpan dari Silvan Hefti dari sisi pertahanan. Empat menit kemudian, Lucas Bartlett menambah keunggulan tamu setelah diumpani Keisuke Kurokawa dengan presisi, meninggalkan pertahanan Nashville SC yang terlihat rapuh. Kedisiplinan defensif tuan rumah terus bermasalah hingga pertahanan berkontribusi pada kesalahan beruntun. Menit 36, salah satu pemain Nashville menerima kartu kuning karena melakukan argumen dengan wasit, tanda-tanda frustasi mulai terlihat. Jelang berakhir babak pertama, menit 45+3, Silvan Hefti mendapat kartu kuning kedua karena pelanggaran, namun hanya peringatan untuk sementara.

Foto: goal.com
Foto: goal.com

Madrigal Mengguncang Geodis Park

Perubahan drastis terjadi saat babak kedua dimulai. Nashville SC mulai menekan, dan menit 55, Bryan Acosta menerima kartu kuning setelah pelanggaran. Memasuki pertandingan di menit 62, Warren Madrigal langsung membuat dampak besar. Hanya 14 menit setelah turun, pemain pengganti itu mencetak gol pertama untuk Nashville, membuat skor menjadi 1-2. Momentum terus berpihak pada tuan rumah, dan menit 89, dalam drama akhir pertandingan, Madrigal menyambut umpan dari Andy Nájar dan menyelesaikan comeback yang luar biasa dengan gol kedua, menyamakan kedudukan 2-2.

Pertandingan semakin memanas seiring berlanjutnya babak kedua. Menit 72, Jeison Palacios dari Nashville menerima kartu kuning karena argumen dengan wasit. Hanya dua menit kemudian, menit 74, Silvan Hefti dari DC United menerima kartu merah setelah foul keras, mengecilkan jumlah pemain tamu menjadi 10 orang. Keputusan VAR juga turut berperan—menit 62, VAR membatalkan sebuah gol yang awalnya dirayakan oleh Palacios, momentum yang seharusnya bisa menguntungkan Nashville justru hilang.

Dengan penguasaan bola mencapai 64 persen, Nashville memang mendominasi permainan secara keseluruhan, meski DC United memiliki 16 tembakan dibanding 12 milik tuan rumah. Pertahanan kedua belah pihak terus diuji dengan substitusi beruntun—Nashville melakukan delapan pergantian pemain sementara DC United enam kali, menunjukkan intensitas tinggi dan upaya taktis untuk membalikkan atau mempertahankan hasil.

Foto: www.nashvillesc.com
Foto: www.nashvillesc.com

Warren Madrigal dinobatkan sebagai pemain terbaik dengan rating 8,7, berkat dua gol dalam waktu singkat setelah naik dari bangku cadangan. Penampilan Andy Nájar juga patut diacungi jempol dengan rating 7,3 berkat assists-nya pada gol penyama kedudukan, sementara kiper DC United Sean Johnson dengan rating 7,5 menunjukkan pertahanan yang solid meski pada akhirnya tidak mampu menjauhkan tamu dari kesetaraan skor.

Comeback dramatis ini memastikan Nashville SC memperpanjang rekor tanpa kekalahan di Geodis Park dan tetap memimpin klasemen Divisi Timur MLS 2026. Sementara DC United, meski tertinggal duluan, berhasil mengambil satu poin berharga di markas lawan—pencapaian yang layak dihargai mengingat kondisi 10 pemain di babak akhir. Laga ini membuktikan bahwa di MLS, tidak ada yang mustahil hingga peluit akhir berbunyi.