PEC Zwolle secara resmi mengamankan keselamatan mereka di VriendenLoterij Eredivisie setelah meraih kemenangan tipis 1-0 atas Heracles di IJsseldelta Stadion, Minggu sore. Gol tunggal Anselmo García MacNulty di menit ke-19, dibantu Ryan Thomas, cukup untuk membawa tim tuan rumah melampaui garis aman zona degradasi. Kemenangan ini mengakhiri drama panjang PEC yang terancam terjebak di perburuan relegasi hingga putaran terakhir musim ini.
Pertandingan dimulai dengan intensitas tinggi sejak peluit pertama. PEC langsung menciptakan ancaman dan berhasil membuahkan hasil lebih awal dari yang diharapkan. Di menit ke-19, García MacNulty menerima umpan matang dari Ryan Thomas di sisi kanan dan dengan tenang menyelesaikannya ke pojok gawang. Striker berusia 24 tahun itu merayakan gol yang membawa Zwolle ke depan dengan kepuasan yang jelas—bukan sekadar gol, tetapi gol yang membawa harapan besar bagi klub dan pendukungnya.

Momen dramatis mulai terjadi usai gol pembuka. Di menit ke-21, Ryan Thomas terkena kartu kuning karena pelanggaran, menandai awal dari serangkaian disiplin yang akan mewarnai laga ini. Heracles mulai menunjukkan perlawanan, namun pertahanan Zwolle dengan solid menghalau serangan tamu. Tekanan terus berganti-ganti, meski penguasaan bola PEC mendominasi sejak awal. Heracles, meski tertinggal, tidak pasif; mereka menciptakan peluang melalui serangan jarak panjang dan bola-bola mati, tetapi presisi finishing mereka terbukti minim di fase pertama.
Babak Kedua: Drama Kartu Merah dan Peluang Terbuang
Laga berubah drastis setelah istirahat. Di menit ke-46, Heracles melakukan perubahan taktis dengan memasukkan Jannes Wieckhoff, namun perubahan tersebut tidak langsung membawa dampak signifikan. Momentum berganti pada menit ke-59 ketika Heracles merombak garis tengah mereka dengan memasukkan Erik Ahlstrand dan Bryan Limbombe, sinyal penuh bahwa tamu mulai mendesak untuk menyamakan kedudukan. Sebaliknya, PEC melakukan penyesuaian pertahanan mereka dengan memasukkan Nick Fichtinger dan Jamiro Monteiro untuk memperkuat barisan.
Titik balik momen datang di menit ke-62 ketika Sem Scheperman dari Heracles menerima kartu kuning kedua hanya 14 detik kemudian, meninggalkan timnya dengan sepuluh pemain. Keputusan yang mengejutkan dan kontroversial ini langsung mengubah dinamika pertandingan. Dengan keunggulan pemain, PEC semakin menguatkan pertahanan mereka dan menunggu peluang untuk menambah keunggulan. Heracles berusaha keras memanfaatkan sisa waktu mereka, tetapi kesulitan menciptakan peluang berkualitas menghadapi pertahanan Zwolle yang semakin solid.

Di menit ke-86, VAR menambah drama ketika gol dari Koen Kostons untuk PEC dianulir karena offside. Keputusan VAR tersebut memicu gesekan di lapangan, meski secara fotografi jelas bahwa penyerang Zwolle berada di posisi yang tidak sah. Heracles terus berusaha menciptakan keajaiban hingga menit terakhir, tetapi PEC berhasil mengawetkan keunggulan mereka. Pertandingan berakhir dengan skor 1-0 yang sangat berharga bagi tuan rumah.
García MacNulty tampil sebagai pahlawan malam itu dengan rating impresif 8.9. Striker tersebut tidak hanya mencetak gol, tetapi juga menunjukkan pergerakan cerdas dan finishing yang berakhir tanpa cela. Odysseus Velanas dan Koen Kostons juga berkontribusi signifikan dalam pertahanan dan penguasaan bola Zwolle, dengan rating masing-masing 7.7. Heracles, meski tidak kalah keras berjuang, tidak mampu mengkonversi 14 percobaan mereka menjadi gol—faktor akurasi finish yang menjadi mimpi buruk mereka sepanjang musim.
Menurut Goal.com, keselamatan PEC Zwolle di Eredivisie telah dipastikan setelah kemenangan ini. Tim asuhan Frank van Eijs tidak lagi perlu khawatir dengan zona merah degradasi, sementara Heracles masih harus berjuang keras dalam sisa pertandingan mereka. Laga berikutnya akan menunjukkan apakah PEC mampu membangun momentum positif atau kembali jatuh, sementara Heracles harus mencari reaksi keras untuk mendekatkan diri dengan zona aman.