Borneo FC Samarinda mengalami pukulan mengecewakan saat bertandang ke Stadion Gelora Bumi Kartini pada Minggu, 17 Mei 2026. Pesut Etam hanya bisa meraih hasil imbang tanpa gol (0-0) melawan tuan rumah Persijap Jepara dalam laga pekan ke-33 BRI Super League 2025/2026. Hasil ini menjadi batu sandungan bagi Borneo FC dalam misi merebut gelar juara, mengingat rival utama Persib Bandung masih tersisa laga di kandang sendiri menghadapi Persijap di pekan berikutnya.
Sejak menit pertama, pertandingan berlangsung dengan intensitas tinggi. Persijap mengambil inisiatif awal sebagai tuan rumah, sementara Borneo FC bersiap menghadapi perjalanan jauh ke markas Laskar Kalinyamat. Meski mendominasi penguasaan bola dengan 84 persen, Borneo FC tampak kesulitan menciptakan peluang nyata di depan gawang. Sebaliknya, Persijap yang lebih hemat dalam penyerangan berusaha memanfaatkan setiap kesempatan untuk mencuri poin di kandang sendiri.

Jalannya Pertandingan
Babak pertama berjalan ketat. Menit ke-37, A. Gomez dari Persijap menerima kartu kuning setelah melakukan pelanggaran. Empat menit kemudian, tepatnya menit ke-41, A. Buffon dari Borneo FC juga dikartu kuning oleh wasit. Kedua tim tampak saling berhadapan dengan pertahanan yang ketat, tidak memberikan ruang lebar untuk menerobos area pertahanan. Borneo FC terus menggencarkan serangan dari posisi tengah lapangan, namun kesalahan passing dan koordinasi antar pemain membuat peluang terbuang sia-sia.
Memasuki babak kedua, Persijap melakukan pergantian untuk mengubah momentum. Menit ke-56, A. Umanailo memasuki lapangan menggantikan pemain sebelumnya. Tiga menit kemudian, Indra Arya dari Persijap menerima kartu kuning di menit ke-60 setelah melakukan sliding yang berbahaya. Borneo FC terus berusaha memaksa, dan pelatih mereka juga melakukan beberapa perubahan untuk mencari terobosan. Menit ke-68, A. Sudi masuk untuk menambah energi di garis depan.
Pertandingan semakin meriah menjelang penutup. Menit ke-74, A. Gomez diganti oleh A. Fadlillah untuk memberikan kesegaran. Borneo FC melakukan substitusi masal di fase akhir—Caxambu, Kaio Nunes, dan A. Buffon diambil keluar masing-masing pada menit ke-77 dan ke-88—dalam upaya terakhir mengubah hasil. Namun usaha tersebut tetap sia-sia. Hingga peluit akhir berbunyi di menit ke-90+4, tidak ada gol tercipta dari kedua belah pihak. Laga berakhir dengan skor 0-0.

Dari segi statistik pertandingan, Borneo FC menguasai bola sebanyak 84 persen namun hanya mengeluarkan empat tendangan, dengan hanya satu tendangan tepat sasaran. Persijap mencatat 60 persen penguasaan bola dengan tiga tendangan, tidak satupun mengarah ke gawang. Borneo FC mendapat tiga tendangan sudut, sementara Persijap hanya satu. Dari aspek disiplin, Borneo FC melakukan 11 pelanggaran sedangkan Persijap lima, mencerminkan intensitas permainan yang lebih agresif dari tamu.
Hasil imbang ini menjadi berita buruk bagi Borneo FC dalam persaingan gelar juara. Menurut tvOnenews.com dan laporan dari Koran Kaltim, Pesut Etam kini tertinggal dua poin dari Persib Bandung, yang masih memiliki laga tersisa di pekan final di Stadion Gelora Bandung Lautan Api melawan Persijap. Kemenangan besar telah disita dari genggaman, dan juara masih terbuka lebar untuk Maung Bandung menggantikan posisi puncak jika mereka menang di laga terakhir musim ini.