Persita Tangerang disikat Persijap Jepara dengan skor 0-3 di Utama Sport Center Kelapa Dua, Tangerang, Minggu (10/5/2026). Laga pekan 32 Super League 2025/26 ini menjadi satu-satunya cara bagi Laskar Kalinyamat untuk memastikan bertahan di kasta tertinggi dan meninggalkan zona degradasi yang sempat mengancam. Kecanggihan serangan Persijap yang terkoordinasi dengan baik membuat pertahanan Persita tampak lemah, sehingga mereka pulang dengan tangan kosong.
Dalam babak pertama, Persijap sudah menunjukkan dominasi sejak awal. Meskipun penguasaan bola relatif imbang, Laskar Kalinyamat berhasil menciptakan peluang berbahaya lebih dulu. Di menit ke-25, Dicky Kurniawan menjebol gawang Persita setelah menerima umpan silang presisi dari Iker Guarrotxena di sebelah kanan. Gol pembuka ini memberikan kepercayaan diri tambahan bagi tim dari Jepara. Persita berusaha membalas, namun serangan-serangan yang mereka lakukan terputus di lini tengah dan tidak menghasilkan peluang yang nyata. Menjelang akhir babak pertama, tegang mulai terasa ketika Muhammad Toha mendapat kartu kuning di menit 45+1 karena melakukan pelanggaran kasar. Namun momentum tetap berada di tangan tamu hingga laga memasuki istirahat dengan skor 0-1 untuk Persijap.

Babak kedua dimulai dengan pergantian pemain dari kedua belah pihak. Persita melakukan beberapa perubahan untuk mencari terobosan, sementara Persijap merotasi skuad mereka untuk menjaga ritme permainan. Akan tetapi, momentum tetap berpihak kepada Laskar Kalinyamat. Suasana semakin tegang di menit ke-52 ketika Hokky Caraka menerima kartu kuning kedua untuk Persita akibat pelanggaran fisik. Persita semakin tertekanan dan pertahanan mereka mulai kacau.
Kekalahan demi kekalahan datang beruntun untuk Persita di babak kedua. Di menit ke-74, Abdallah Sudi memanfaatkan kesempatan emas setelah menerima bola dari Tiri dan berhasil menyamakan keunggulan Persijap menjadi 0-2. Dua menit kemudian, pada menit ke-76, Carlos França menambah keunggulan Persijap menjadi 0-3 setelah menerima operan sempurna dari Dicky Kurniawan. Gol ketiga ini praktis mengakhiri harapan Persita untuk bangkit. Drama terus berlanjut ketika Javlon Guseynov menerima kartu merah di menit ke-82 karena akumulasi pelanggaran, membuat Persita bermain dengan 10 pemain di 10 menit terakhir pertandingan. Laga berakhir dengan skor 3-0 untuk Persijap tanpa ada tambahan gol lagi.
Dicky Kurniawan menjadi pemain kunci dalam kemenangan Persijap, tidak hanya mencetak satu gol tetapi juga memberikan dua assist untuk rekan-rekannya. Kurniawan menunjukkan ketajaman dan visi bermain yang superior dibanding lini tengah Persita. Pertahanan Persita yang berantakan sepanjang pertandingan tidak mampu mengandalkan kompaknya, sementara Persijap mengeksekusi rencana taktik dengan sangat efisien. Dengan hanya 3 total tembakan dan 0 tembakan tepat sasaran, Persita benar-benar tertinggal jauh dalam hal kreativitas dan akurasi finishing.

Kemenangan 3-0 ini sangat berarti bagi Persijap, terutama mengingat konteks klasemen yang dramatis. Sebelum pertandingan ini, Laskar Kalinyamat berada di zona bahaya dan harus meraih poin untuk keluar dari sana. Menurut laporan Babel Insight, kemenangan telak ini memastikan Persijap mengamankan posisi di peringkat ke-13 dan meninggalkan ancaman degradasi. Seperti dikatakan penyerang Carlos França dalam wawancara pascalaga kepada Medcom, dirinya bersyukur timnya bisa selamat dari jurang degradasi dengan cara yang sempurna.
Sementara itu, nasib Persita semakin ruwet di akhir musim. Kekalahan besar ini menempatkan mereka semakin jauh dari posisi aman dan semakin dekat dengan zona degradasi. Dengan 10 pemain di akhir pertandingan, Persita kini harus memikul beban psikologis yang berat untuk sisa pertandingan musim ini. Mereka masih memiliki kesempatan untuk selamat, namun hasil buruk semacam ini menunjukkan bahwa skuad Pendekar Cisadane belum siap bersaing di level tertinggi.
Laga berikutnya di pekan 33 akan menjadi momentum penting bagi kedua tim untuk terus menulis sejarah musim mereka. Persijap akan terus berusaha memperkuat posisi aman mereka, sementara Persita harus segera menunjukkan respons positif agar tidak terpuruk lebih dalam ke zona merah klasemen Super League 2025/26.