Buenos Aires — Duel sengit antara Racing Club dan Huracán di Estadio Presidente Perón pada Minggu (3 Mei 2026) berakhir dengan hasil imbang tanpa gol. Kedua tim saling mengunci pertahanan masing-masing dalam laga Liga Profesional Apertura pekan ke-9, meski Racing menampilkan dominasi penguasaan bola yang mengesankan dengan 98 persen.

Meski penguasaan bola sangat berat sebelah, Racing gagal mengkonversi dominasi tersebut menjadi gol. Tim tuan rumah melancarkan 9 tembakan, namun hanya 1 di antaranya mengenai sasaran. Sementara itu, Huracán yang bermain lebih defensif berhasil menghadang semua serangan Racing dengan pertahanan yang solid, termasuk saat VAR disuruh memeriksa gol yang dicetak Jordy Caicedo di menit 78 — yang akhirnya dianulir setelah review video.

Foto: www.gettyimages.com
Foto: www.gettyimages.com

Jalannya Pertandingan

Babak pertama berlangsung dengan Racing mendominasi, namun peluang-peluang yang tercipta tidak berhasil dimanfaatkan. Permainan menjadi tegang ketika Leandro Lescano dari Huracán menerima kartu kuning di menit 29 karena pelanggaran taktis. Tiga menit kemudian, Baltasar Rodriguez dari Racing juga mendapatkan kartu kuning di menit 33, menunjukkan intensitas pertandingan yang semakin memanas. Kedua tim berusaha menekan satu sama lain, tetapi gawang tetap aman memasuki istirahat pertama dengan skor 0-0.

Memasuki babak kedua, Huracán melakukan perubahan signifikan. Di menit 46, dua pemain sekaligus diganti: Lescano digantikan Máximo Palazzo dan Oscar Cortés digantikan Facundo Kalinger. Upaya rotasi ini dimaksudkan untuk memperkuat serangan Huracán agar bisa memecah pertahanan Racing yang rapat. Namun, Racing juga tidak tinggal diam. Di menit 50, Ignacio Campo dari Huracán menerima kartu kuning setelah melakukan pelanggaran, semakin menunjukkan tingginya emosi dalam pertandingan ini.

Perubahan pemain terus dilakukan kedua tim. Racing melakukan substitusi di menit 60 ketika Santiago Solari menggantikan Tomás Pérez, dan menit 61 Matías Zaracho masuk menggantikan Tomás Conechny. Huracán melakukan langkah serupa dengan Thaiel Peralta menggantikan J. Bisanz dan Óscar Romero masuk untuk Leonardo Gil di menit 64. Momentum pertandingan terus berganti, tetapi pertahanan tetap menjadi kunci. Momen paling dramatis datang di menit 78 ketika Caicedo berhasil merobek jala Racing, namun setelah pemeriksaan VAR yang teliti, gol tersebut dinyatakan tidak sah — kemungkinan karena offside atau pelanggaran sebelumnya dalam proses pembangunan serangan.

Foto: www.youtube.com
Foto: www.youtube.com

Racing terus melakukan perubahan di menit 72 ketika Bruno Zuculini menggantikan Alan Forneris dan Baltasar Rodriguez keluar untuk Gonzalo Sosa. Substitusi ketiga Racing datang di menit 74 dengan Ezequiel Cannavo masuk untuk Tobías Rubio. Memasuki menit-menit terakhir, Huracán juga melakukan pergantian terakhir di menit 90+3 dengan Jordy Caicedo digantikan Eric Ramírez. Hingga peluit akhir, kedua tim tidak berhasil menembus pertahanan lawan, dan pertandingan berakhir dengan hasil yang sama, 0-0.

Lucas Carrizo dari Huracán dinobatkan sebagai pemain terbaik dengan rating 7.3 setelah bermain selama 94 menit. Penampilannya yang solid di pertahanan membantu Huracán mengamankan satu poin dari kandang Racing. Di sisi Racing, dua pemain tampil menonjol dengan rating yang sama. Marco Di Cesare mencatat rating 7.2 dengan penampilan defensifnya yang konsisten selama 94 menit, sementara Santiago Sosa juga meraih rating 7.2 dengan mencoba 1 tembakan meski tidak mengenai sasaran.

Statistik menunjukkan betapa ketatnya pertahanan Huracán dalam menghadapi tekanan Racing. Meski hanya menguasai 83 persen lebih sedikit dari penguasaan bola Racing, Huracán berhasil menahan 9 tembakan lawan dengan hanya 1 yang meluncur ke target. Di sisi lain, Racing juga melakukan pekerjaan defensif yang baik dengan 15 pelanggaran tercatat melawan 11 pelanggaran Huracán, mencerminkan intensitas duel yang tinggi. Kedua tim juga membatasi peluang set piece, dengan Racing mendapatkan 6 corner sementara Huracán hanya 1.

Hasil imbang ini membuat Racing mengamankan satu poin di rumah, meski dengan penguasaan bola yang mendominasi. Huracán, di sisi lain, berhasil mengambil poin berharga dari markas lawan dengan pertahanan yang disiplin. Langkah berikutnya akan menentukan posisi kedua tim dalam klasemen Liga Profesional Apertura musim 2026.