San Sebastian — Valencia sukses melakukan aksi comeback luar biasa untuk memetik kemenangan tipis 4-3 saat bertandang ke markas Real Sociedad di Reale Arena. Laga yang penuh dramatika ini menjadi momen penyelamatan bagi Los Che, yang secara resmi memastikan diri tetap aman dari ancaman degradasi dengan performa memukau meskipun harus bermain dengan 10 orang selama 20 menit terakhir.

Pertandingan jornada ke-37 La Liga ini dimulai dengan Valencia yang langsung menggebrak. Meski Real Sociedad menjadi tuan rumah, justru Los Che yang menguasai ritme permainan dan mencuri keunggulan lebih dulu. Javi Guerra membobol gawang Sociedad melalui umpan sempurna dari Diego López pada menit ke-8, membuat Valencia unggul 1-0. Namun keunggulan itu tidak berlangsung lama. Real Sociedad hampir langsung menyamakan kedudukan, menciptakan suasana yang sengit di Anoeta.

Foto: goal.com
Foto: goal.com

Momentum berganti drastis di menit ke-22 ketika Hugo Duro menambah keunggulan Valencia menjadi 1-2 setelah menerima umpan sempurna dari Eray Cömert. Los Che terlihat dominan dengan penguasaan bola mencapai angka tinggi, dan Sociedad mulai terdesak. Real Sociedad berusaha menekan balik, tetapi pertahanan Valencia relatif solid dalam menghadapi serangan berkala dari skuad tuan rumah.

Babak Kedua dan Drama Penutup

Babak kedua membawa perubahan signifikan dalam cerita pertandingan. Real Sociedad datang dengan semangat yang lebih tinggi dan berhasil memperkecil jarak menjadi 2-2 sebelum menit ke-70 tiba. Momentum terus bergulir untuk Sociedad, dan mereka berhasil unggul 3-2, membuat Valencia terdesak dalam mengejar kembali. Inilah saatnya drama spektakuler terjadi — di menit ke-70, Eray Cömert mendapat kartu merah karena pelanggaran sengaja (professional foul last man), meninggalkan Valencia dengan 10 pemain untuk sisa pertandingan.

Alih-alih menyerah, Valencia justru bangkit dengan semangat juang yang menakjubkan. Manajer Los Che melakukan perubahan taktis cerdas dengan mengganti beberapa pemain, memasukkan Diego López keluar dan membawa Thierry Correia, Pepelu, serta Largie Ramazani. Substitusi ini terbukti mengubah wajah permainan. Di menit ke-89, Guido Rodríguez berhasil menyamakan kedudukan menjadi 3-3 setelah menerima umpan dari André Almeida, memberikan harapan baru bagi Valencia yang bermain dengan 10 orang.

Foto: en.as.com
Foto: en.as.com

Puncak dramatika terjadi di menit ke-93+3 ketika Javi Guerra, yang telah memainkan pertandingan gemilang sepanjang malam, menyelesaikan comeback spektakuler Los Che dengan gol kemenangan 4-3. Assist Thierry Correia membuktikan bahwa substitusi offensive yang dilakukan Valencia justru membuka peluang emas di pertahanan Sociedad yang kelelahan. Seluruh tim Valencia meledak kegembiraan, merayakan pencapaian luar biasa — mengalahkan tuan rumah dengan 10 pemain di 20 menit terakhir adalah prestasi yang jarang terjadi di kompetisi sekaliber La Liga.

Statistik pertandingan menunjukkan Real Sociedad mendominasi dengan penguasaan bola 86 persen dan 13 tembakan total, namun hanya 6 tembakan tepat sasaran. Valencia, meskipun memiliki statistik kurang gemilang dengan 8 tembakan dan 3 tepat sasaran, mampu mengkonversi peluang dengan lebih efisien. Javi Guerra menjadi pemain terbaik (MOTM) dengan rating 9.2, mencetak dua gol dan melakukan 4 tembakan, membuktikan diri sebagai bintang tertanam pertandingan. Guido Rodríguez juga bersinar dengan rating 8.5 dan satu gol penting, sementara Orri Óskarsson menjadi penyangga terbaik Real Sociedad dengan rating 8.0.

Kemenangan dramatis ini memberikan implikasi besar bagi klasemen La Liga musim 2025-26. Valencia secara resmi memastikan penghindaran degradasi dan melompat melampaui Real Sociedad di tabel. Seperti dilaporkan oleh berbagai media lokal, Hugo Duro bahkan percaya bahwa Los Che masih memiliki peluang merebut tiket Eropa menjadi sisa musim regular. Sebaliknya, Real Sociedad harus menjalani seri negatif yang terus memanjang dan menutup musim dengan kecewa, memperkuat narasi bahwa Txuri-urdin gagal mempertahankan momentum krusial di fase akhir musim.

Pertandingan ini menciptakan cerita yang akan dikenang dalam sejarah musim 2025-26 La Liga — drama comeback 10 pemain melawan 11, kemenangan vital saat segalanya tampak hilang, dan bukti nyata bahwa semangat juang kadang kala mengalahkan dominasi statistik di lapangan hijau.