AC Milan mengalami hari yang sangat pahit di MAPEI Stadium, Reggio Emilia, saat menghadapi Sassuolo pada pekan ke-35 Serie A, Minggu malam (3/5/2026). Kalah 0-2 bukan satu-satunya beban yang dibawa Rossoneri pulang; mereka juga harus menuntaskan pertandingan dengan sepuluh pemain setelah Fikayo Tomori diusir lapangan di menit 24. Kemenangan Neroverdi datang dari gol Domenico Berardi (menit 5) dan Armand Laurienté (menit 47), meninggalkan Milan dengan posisi terancam di zona Liga Champions.
Pertandingan dimulai dengan pukulan telak untuk tamu. Di menit kelima, sebelum Milan sempat beradaptasi, Berardi sudah membobol gawang tepat setelah menerima umpan dari Laurienté di sisi kanan. Sassuolo, yang mulai pertandingan dengan tekanan tinggi, langsung menunjukkan niat untuk mendominasi. Empat menit kemudian, situasi semakin berat bagi Rossoneri ketika Tomori menerima kartu kuning karena pelanggaran keras. Bek Inggris itu tampak dalam kontrol penuh sampai menit ke-24, saat ia kembali melakukan foul dan menerima kartu merah langsung, mengubah dinamika laga secara dramatis.

Dengan sepuluh pemain, Milan mencoba mengatur ulang formasi. Pelatih membuat substitusi pertama mereka di menit 40 dengan menurunkan Woyo Coulibaly, tetapi napas Neroverdi terus kuat. Tidak lama setelah babak kedua dimulai, di menit 47, Laurienté menambah keunggulan setelah menerima operan sempurna dari Kristian Thorstvedt, menutup peluang Milan untuk kembali ke pertandingan. Gol kedua ini praktis memastikan kemenangan Sassuolo, meski Milan terus berusaha walau dengan keterbatasan jumlah pemain.
Jalannya Pertandingan
Babak pertama berlangsung dalam kontrol penuh Sassuolo meskipun Milan memiliki penguasaan bola yang luar biasa tinggi. Dari statistik, Milan menguasai 97 persen bola, angka yang jarang terlihat dalam pertandingan modern. Namun, dominasi possesi itu tidak diterjemahkan menjadi peluang berbahaya. Sebaliknya, Neroverdi dengan penguasaan hanya 89 persen justru lebih berbahaya, membuka pertahanan Milan dengan passing yang tepat sasaran. Gol Berardi di menit kelima menjadi momentum tersebut. Karena merah Tomori di menit 24 memaksa Milan untuk bermain defensif selama 66 menit tersisa, kondisi yang sangat tidak menguntungkan menghadapi tim yang sudah unggul dua gol.
Babak kedua menjadi semakin sulit bagi Rossoneri. Milan melakukan enam pergantian pemain (menit 46 dan 59) untuk mencoba mengubah situasi, termasuk menurunkan Santiago Gimenez, Ruben Loftus-Cheek, dan Christian Pulisic. Namun upaya comeback tertahan oleh ketangguhan Sassuolo dan keadaan numerik yang merugikan. Loftus-Cheek sempat mendapat kartu kuning di menit 77 untuk simulasi, menambah frustasi Rossoneri. Di sisi Sassuolo, Armand Laurienté tetap menjadi ancaman utama; penyerang Prancis itu mencuri bola dan menciptakan peluang dengan cerdik hingga akhir pertandingan sebelum diganti di menit 84.

Armand Laurienté menjadi bintang pertandingan dengan rating 9.2, meraih satu gol dan satu assist, membuktikan dirinya sebagai pemain paling berpengaruh. Berardi, meski hanya bermain 59 menit sebelum berganti, memberikan kontribusi vital dengan membuka akun gol. Sementara di lini belakang Sassuolo, Sebastian Walukiewicz memainkan seluruh pertandingan dengan rating 7.5, menjadi jangkar pertahanan yang solid menghadang serangan Milan.
Pertandingan diwarnai insiden cedera yang menyedihkan Sassuolo. Jay Idzes harus meninggalkan lapangan di menit 40 dengan kondisi cedera yang belum jelas, diganti oleh Woyo Coulibaly. Menurut laporan dari Jawapos, pelatih Fabio Grosso cemas dengan status cedera Indonesia international itu, terutama mengingat komitmennya di Timnas Indonesia mendatang. Keluar masuknya kartu kuning juga menandai pertandingan yang ketat, dengan Sassuolo mencatat empat kartu kuning dan Milan juga empat, merefleksikan intensitas dan frustasi kedua belah pihak.
Statistik menunjukkan Sassuolo menembak 13 kali dengan empat mengarah ke gawang, sementara Milan hanya 6 tembakan tanpa satu pun yang tepat sasaran. Kombinasi dominasi possesi Milan yang sia-sia dengan efisiensi mematikan Sassuolo—dua peluang yang diperoleh berakhir gol—menceritakan kisah pertandingan yang sempurna bagi Neroverdi dan pahit bagi Rossoneri.
Kekalahan ini membuat posisi Milan di Liga Champions semakin terancam. Seperti dilaporkan Goal dan Kompas.com, AS Roma kini menempel ketat pada Rossoneri setelah kemenangan 4-0 atas Fiorentina, menciptakan tekanan psikologis tambahan menjelang pertandingan sisa musim. Minat Milan terhadap pemain Sassuolo seperti Ismail Kone sempat hangat dibicarakan setelah kekalahan ini, menunjukkan bahwa klub merah hitam sedang mengevaluasi kebutuhan skuad untuk musim depan. Fokus Rossoneri kini harus beralih ke pertandingan berikutnya dengan harapan memperbaiki rekor pertahanan yang memalukan dalam satu dekade terakhir.