Pertandingan yang dinikmati pada Jumat, 15 Mei 2026 di Stadion GOR Haji Agus Salim, Padang, bakal jadi momen penting bagi Semen Padang untuk sekadar mengambil satu poin. Klub Kabau Sirah terjepit di posisi 17 dengan koleksi 20 poin, sementara Persebaya Surabaya memuncaki urutan enam dengan 52 poin. Jarak 32 poin terasa seperti jurang yang dalam antara dua tim yang sedang menjalani musim yang sangat berbeda.
Kondisi Semen Padang memang sangat memprihatinkan memasuki lanjutan Super League musim 2025/2026. Menurut laporan Detik Sport, klub asal Sumatera Barat itu baru saja menelan kekalahan 0-3 dari Persik Kediri di kandang sendiri pekan lalu. Sebelumnya, mereka juga kalah 0-1 dari Dewa United dan 0-1 dari Persepam Madura United dalam tiga laga beruntun di awal Mei. Menarik diperhatikan bahwa Semen Padang sama sekali belum mencetak gol di ketiga pertandingan terakhir—sebuah statistik yang mencerminkan kematian kreativitas di lini depan. Dengan rekor nirbobol di kandang selama lima laga, Kabau Sirah memang sedang dalam kondisi yang bisa dibilang freefall total. Media setempat mencatat bahwa manajemen klub kini fokus pada rotasi pemain lokal dan persiapan untuk musim depan, mengisyaratkan bahwa peluang mereka bertahan di Super League semakin tipis.

Sebaliknya, Persebaya Surabaya hadir dengan momentum yang jauh lebih baik. Bajul Ijo baru saja meraih kemenangan besar 4-0 atas PSBS Biak Numfor di kandang, dengan dua gol dari Francisco Rivera dan dua gol lagi dari Milos Raickovic. Sebelum itu, mereka juga memenangkan pertandingan tandang 4-0 atas Arema FC dengan Rivera kembali mencetak dua gol, dibantu Jefferson dan Bruno. Meski pertemuan terakhir melawan Persis Solo berakhir 0-0 tandang, catatan tiga pertandingan sebelumnya menunjukkan bahwa serangan Persebaya sedang dalam performa luar biasa. JawaPos melaporkan bahwa meski tak punya banyak waktu istirahat seusai laga kontra Persis, tim anak asuh ini tetap optimistis meraih kemenangan di Padang.
Penyerang Persebaya, khususnya Francisco Rivera dan Milos Raickovic, sedang dalam fase panas mencetak gol. Rivera tercatat tiga gol dalam enam laga terakhir, sementara Raickovic juga sama-sama tiga gol dalam periode yang sama. Dominasi mereka di depan gawang lawan menjadi salah satu kunci mengapa model prediksi memberi Persebaya peluang 52 persen untuk meraih kemenangan. Sebaliknya, Semen Padang hanya 26 persen diunggulkan, dengan peluang imbang 22 persen. Selisih gol kedua klub juga memberikan gambaran jelas: Padang memiliki selisih gol minus-33, sementara Persebaya di posisi plus-14. Itu adalah perbedaan kualitas sebesar 47 gol dalam keseluruhan musim ini.
Dengan tidak ada absensi pemain akibat cedera atau kartu merah dari kedua belah pihak, pertandingan ini bakal berlangsung dengan skuad penuh. Namun, konteks musim yang berlainan jauh membuat prediksi semakin jelas: Persebaya sebagai tim yang sedang stabil di zona teratas harus keluar sebagai pemenang di Padang. Analisis dampak kualitas pemain, performa bombardir Persebaya, dan ketandusan Semen Padang di kandang membentuk gambaran pertandingan yang tidak seimbang.

Statistik pertandingan tim lawan memperlihatkan bahwa Persebaya jarang mengalami laga tanpa gol—laporan Bola.net menunjukkan 58 persen peluang kedua tim mencetak gol di pertandingan ini, sementara ada 54 persen kemungkinan total gol melampaui 2,5. Semen Padang, meski dalam kondisi kritis, tetap bisa memberikan perlawanan minimal untuk mencuri poin. Namun, dengan formasi pertahanan yang terus bocor dan penyerang yang tak produktif, peluang mereka sangat kecil.
Prediksi akhir: Persebaya Surabaya menang 1-2 di Stadion GOR Haji Agus Salim. Kemenangan ini akan semakin memantapkan posisi Bajul Ijo di zona playoff, sementara Kabau Sirah kian tertekan dalam perjuangan menghindari degradasi. Pertandingan akan disiarkan langsung di Vidio dan platform streaming resmi Super League mulai pukul 08:30 WIB Jumat pagi.