Chelsea dipastikan absen dari kompetisi Eropa musim depan setelah tumbang 1-2 dari Sunderland pada pekan penutup Premier League 2025/26. Pertandingan di Stadium of Light, Minggu 24 Mei 2026, menjadi simbol ketidakkonsistenan The Blues sepanjang musim — sebuah kegagalan yang akan membayang hingga musim mendatang. Sebaliknya, kemenangan ini membawa Sunderland finis di posisi ketujuh dengan 54 poin, meraih tiket ke Liga Europa dalam kisah luar biasa empat tahun setelah bermain di Liga Tiga Inggris.

Sunderland memulai dengan agresi tinggi dan membuahkan hasil cepat. Menit ke-25, Trai Hume menggebrak gawang Chelsea dengan percaya diri, membuka keunggulan 1-0 untuk tuan rumah. Gol pertama ini memicu semangat Sunderland untuk terus menekan, sementara Chelsea tampak kesulitan menemukan ritme di kandang lawan. Dengan penguasaan bola 87 persen, Chelsea seharusnya mampu menguasai permainan, tetapi ancaman nyata dari tim tamu masih sangat minim di 45 menit pertama.

Europa League Secured | Sunderland AFC 2 - 1 Chelsea | Premier League Highlights
Europa League Secured | Sunderland AFC 2 - 1 Chelsea | Premier League Highlights

Babak kedua membawa drama yang lebih intens. Menit ke-50, kejadian aneh terjadi ketika Malo Gusto mencetak gol bunuh diri, memperlebar keunggulan Sunderland menjadi 2-0. Situasi terus memburuk bagi Chelsea saat Wesley Fofana menerima kartu merah di menit ke-62 karena akumulasi dua kartu kuning, meninggalkan The Blues dengan 10 pemain. Meski dalam posisi sulit, Chelsea tidak menyerah. Menit ke-56, Cole Palmer mengurangi ketertinggalan menjadi 2-1 dari umpan Pedro Neto, namun tidak cukup untuk mengubah hasil akhir.

Permainan mencerminkan ketidakkonsistenan Chelsea musim ini. Meski mendominasi penguasaan bola dan mengeluarkan 21 tembakan (enam tertuju sasaran), The Blues gagal memanfaatkan keunggulan statistik tersebut. Sebaliknya, Sunderland efisien dengan delapan tembakan dan tiga mengenai sasaran — sebuah kontras mencolok dalam finishing dan eksekusi taktis. Kartu kuning bermotif di akhir pertandingan (Cole Palmer dikartu di menit 90+11) menunjukkan emosi tinggi dan frustrasi The Blues terhadap hasil.

Trai Hume menjadi bintang pertandingan dengan rating 8.2 dan gol pembuka yang krusial. Gelandang Sunderland Granit Xhaka juga tampil solid dengan rating 7.6 selama 103 menit, memberikan stabilitas di zona tengah lapangan. Dari sisi Chelsea, Cole Palmer mencoba menyelamatkan permainan dengan satu gol dan rating 7.6, tetapi upayanya terlambat mengingat keputusan indisipliner defensif tim.

Foto: goal.com
Foto: goal.com

Pelatih sementara Chelsea Callum McFarlane mengakui konsistensi adalah masalah utama musim ini. Kekalahan ini menutup bab kelam bagi The Blues — mereka akan menghabiskan musim depan tanpa kompetisi Eropa, sesuatu yang jarang terjadi dalam dekade terakhir. Sebaliknya, Sunderland menciptakan cerita yang menginspirasi: dari League One empat tahun lalu hingga Europa League, pencapaian yang jarang dilihat dalam sepak bola modern.

Dengan hasil ini, Sunderland menyelesaikan musim di posisi ketujuh dengan 54 poin, sementara Chelsea jatuh ke peringkat sepuluh dengan 52 poin. Duel di Stadium of Light menjadi pengingat bahwa statistik bukan segalanya — konsistensi, disiplin, dan eksekusi akhir yang menentukan kesuksesan dalam sepak bola. The Blues harus mengevaluasi mendalam ketika musim baru tiba tanpa cahaya Eropa.