Union Berlin tertinggal lebih dulu dalam pertarungan sengit melawan 1. FC Köln di Stadion An der Alten Försterei, Sabtu siang (2/5/2026). Namun anak asuh Marie-Louise Eta bangkit gemilang dengan dua gol penyeimbang di babak kedua, mengakhiri laga dengan skor imbang 2-2 dalam pertandingan Bundesliga yang penuh tekanan ini.

Laga yang dikuasai Union Berlin dengan 113 persen penguasaan bola ini dimulai dengan insiden kontroversial pada menit ke-34. Diogo Leite, pemain bertahan Die Eisernen, menerima kartu merah setelah mengantongi kartu kuning kedua karena sebuah argumen dengan wasit. Pengurangan pemain tersebut seharusnya membuat Union Berlin semakin kesulitan, tetapi mereka justru menemukan cara untuk bangkit di separuh waktu kedua.

Foto: goal.com
Foto: goal.com

Pertandingan berubah total setelah jeda istirahat. Union Berlin melakukan pergantian masif dengan memasukkan tiga pemain sekaligus pada menit ke-58, termasuk Andrej Ilic dan Livan Burcu. Substitusi bertubi-tubi tersebut membawa energi baru dan kesegaran taktis yang sangat diperlukan untuk mengejar ketertinggalan. Pada menit ke-73, Tom Rothe menunjukkan ketajaman di sayap kanan dengan menerima umpan presisi dari Christopher Trimmel dan menjebol gawang untuk membuat skor menjadi 1-2 dan memberi harapan baru bagi tuan rumah.

Momentum terus berpihak kepada Union Berlin. Di menit ke-89, saat pertandingan tinggal menunggu peluit akhir, Livan Burcu yang baru masuk sebagai pemain pengganti berhasil menyamakan kedudukan menjadi 2-2 setelah menerima umpan dari Alex Král. Gol dramatis ini mencegah kekalahan Union Berlin dan memberikan mereka satu poin berharga dalam perebutan status di Bundesliga yang penuh tekanan ini.

Tom Alexander Rothe menjadi bintang terang Union Berlin pada pertandingan ini dengan rating 7.9 dan mencetak satu gol, meskipun hanya memiliki dua tembakan dalam 97 menit bermain. Livan Burcu, yang tampil sebagai pengganti, juga memberikan kontribusi signifikan dengan rating 7.7 dan gol penyeimbang di akhir laga. Dari pihak Köln, Said El Mala berhasil menonjol dengan rating yang sama dengan Rothe (7.9) meski pemain tamu itu hanya bermain 72 menit sebelum diganti.

Foto: www.espn.com
Foto: www.espn.com

Menurut laporan onefootball.com, taktik Marie-Louise Eta yang melakukan lima pergantian pemain—termasuk keputusan kontroversial untuk memainkan Stanley Nsoki setelah kekalahan 3-1 dari RB Leipzig pada putaran sebelumnya—terbukti efektif mengubah dinamika pertandingan. Kepercayaan diri tim terlihat jelas sepanjang babak kedua, di mana mereka mampu bangkit dari keterlaluan dan tekanan numerik. Kedua tim kini harus fokus pada laga berikutnya untuk memperkuat posisi mereka, dengan Union Berlin membuktikan bahwa bahkan dalam situasi terdesak—baik kalah pemain maupun ketertinggalan skor—mereka tetap mampu bersikap kompetitif di level tertinggi Jerman.