Seattle — Belgia menghajar USA dengan dominasi mengesankan di Lumen Field, memastikan tiket ke perempat final dengan kemenangan telak 4-1 pada pertandingan babak 16 besar Piala Dunia 2026. Pertandingan yang seharusnya menjadi perayaan sepak bola di tanah tuan rumah malah berubah menjadi laga panjang yang meninggalkan luka mendalam bagi skuad Berhalter.

Belgia mulai gemilang sejak detik awal. Charles De Ketelaere membuka skoring di menit ke-9 setelah menerima umpan presisi dari Nicolas Raskin, membuat markas Amerika terkejut. Tamu terus menekan, dan gelandang Leandro Trossard mencuri bola untuk melayani De Ketelaere kembali di menit 33. Skor berubah menjadi 0-2, dan USA belum sempat mengatur ritme pertandingan.

Foto: goal.com
Foto: goal.com

Satu-satunya kilau untuk tim tuan rumah hadir saat M. Tillman menambah keunggulan markas mereka di menit 31, memangkas ketinggalan menjadi 1-2. Namun momentum itu tidak berlanjut. Belgia, dengan permainan yang terstruktur dan pressing yang intens, terus menguasai bola—54% kepemilikan bola melawan 44% milik USA. Dengan enam tembakan ke sasaran dari 14 total, tim anak asuh Tedesco menunjukkan efisiensi yang mendesak.

Dominasi Berlanjut, Impian USA Terpotong

Setelah turun menerap di babak kedua, USA mencoba mengubah strategi dengan mengganti dua pemain—Sergiño Dest dan Christian Pulišić masuk untuk memberikan napas baru di lini depan. Namun upaya defensif tim kuning-biru tetap mudah ditembus. Di menit 57, Hans Vanaken membuktikan keunggulan Belgia dengan mendapat umpan dari De Ketelaere, mengamankan angka 1-3.

De Ketelaere, yang dinobatkan sebagai pemain terbaik (rating 8.3) dengan rekor 2 gol dan 1 assist dalam 67 menit bermain, menjadi tonggak penting penghancuran pertahanan USA. Pemain berusia 24 tahun ini tidak hanya mencetak gol, tetapi juga mengatur tempo permainan dengan matang, menciptakan peluang bagi rekan-rekannya.

Foto: cnnindonesia.com
Foto: cnnindonesia.com

Gol keempat Belgia datang di menit 90+3 melalui Romelu Lukaku, yang menutup laga dengan sempurna. Kapten tim tamu hanya membutuhkan waktu singkat untuk menunjukkan kejamahan di depan gawang. Sementara USA berhasil mencuri konsolasi, kesempatan comeback praktis nol persen mengingat defisit tiga gol di akhir pertandingan.

Statistik membuktikan superioritas Belgia di hampir semua lini. Tim tamu melepas tujuh tembakan dengan dua terarah ke gawang, sementara pertahanan USA yang selama ini cukup solid di turnamen kali ini, keok dalam menjaga disiplin. Weston McKennie menerima kartu kuning di menit 35 seiring dengan tekanan Belgia yang terus mengalir, menciptakan lingkungan pertandingan yang tidak menguntungkan tuan rumah.

Dengan hasil ini, Belgia melaju ke perempat final dan siap menghadapi Spanyol, tim yang juga menunjukkan performa gemilang di fase sebelumnya. USA, meski telah mencapai perjalanan bagus di turnamen, harus menerima kenyataan pahit bahwa impian mereka mempertahankan momentum tuan rumah berakhir di babak 16 besar. Performa De Ketelaere dan kawan-kawan menjadi peringatan bahwa kualitas Eropa masih unggul dalam kompetisi tingkat dunia.