Waalwijk – RKC Waalwijk menemui nasib naas pada playoff promosi Eerste Divisie setelah menelan kekalahan 0-1 dari Willem II di Mandemakers Stadion, Selasa (5 Mei 2026). Pertandingan yang berlangsung di babak Relegation Round ini bercerita tentang bagaimana disiplin pemain bisa menentukan nasib sebuah tim. Ekspansi numerik menjadi kunci dominasi Willem II yang akhirnya berbuah kemenangan melalui gol bunuh diri Giannis Roemeratoe di menit 63.
Perjalanan pertandingan berubah drastis setelah menit 46. Kedua belah pihak melakukan rotasi pemain masif menjelang babak kedua, namun RKC Waalwijk mulai mengalami tekanan disiplin. Bek mereka, Luuk Postma, menerima kartu kuning di menit 47 atas dasar pelanggaran holding. Momentum berlanjut ketika penyerang Jorn Uneken mendapat peringatan serupa pada menit 55 untuk tripping, sebelum akhirnya mendapat kartu merah di menit 60 karena roughing. Situasi bermain 10 lawan 11 membuat RKC Waalwijk semakin sulit mengatur permainan di pertengahan lapangan.

Keputusan arbitrase terhadap Uneken terbukti menjadi titik balik pertandingan. Willem II, yang memasuki laga dengan ambisi promosi setelah performa impresif musim ini, mulai mengeksploitasi keunggulan numerik dengan lebih agresif. Menurut Goal.com, tim asal Tilburg ini sudah mempersiapkan strategi matang untuk menghadapi perlawanan RKC yang tangguh. Ekspansi Willem di sisi sayap mulai memberikan ancaman nyata, dan menit 63 menjadi puncaknya ketika Roemeratoe, dalam usaha menghalau bola di area penalti, malah mengarahkan bola ke gawang sendiri. Gol bunuh diri tersebut memberikan Willem II lead tipis namun cukup untuk mempertahankan kemenangan hingga peluit akhir.
Babak Kedua: Drama Kartu dan Peluang Terbuang
Intensitas meningkat setelah istirahat. Melalui berita dari Bola.net, John Stegeman mengucapkan terima kasih kepada suporter RKC atas sikap sportif mereka terhadap pemain Willem II, Mounir El Allouchi, yang mendapat perlakuan khusus dari pihak lawan. Sentimen baik ini tidak mengubah niat Willem untuk memperkuat pertahanan mereka menjelang final. Substitusi berlanjut di menit 70 ketika RKC memasukkan Dario Cleonise untuk memperkuat serangan. Namun, permainan RKC tetap berjalan dengan keterbatasan manusia di lapangan.
Willem II melakukan rotasi besar-besaran di menit 75, memasukkan Daan Haen, Pim van Loon, dan Adrian Culum sekaligus, sebagai upaya menjaga stamina dan mencegah cedera jelang putaran playoff berikutnya. Momentum sempurna untuk mengunci kemenangan datang lewat pertahanan mereka yang solid, meski beberapa peluang emas hampir dibuang. Nathan Tjoe-A-On, pemain timnas Indonesia yang menjadi sorotan MSN, sempat memiliki kesempatan emas untuk memperlebar keunggulan namun gagal memanfaatkannya dengan sempurna. Bola bergulir dengan tensi tinggi hingga menit 83 ketika suasana semakin panas: Sambou Bamba dari Willem II dan Martijn Kramer dari RKC sama-sama menerima kartu kuning atas dasar unsportsmanlike conduct dalam jarak sepuluh detik.

Substitusi terakhir datang di menit 86 ketika Willem II memasukkan Stef Baartmans menggantikan pemain sebelumnya, kalimat klasik dalam drama pergantian pemain di menit-menit akhir. RKC Waalwijk berusaha keras meraba-raba peluang penyamaan namun struktur bertahan Willem II tetap kokoh. Pertahanan tamu berhasil menahan serangan sporadis RKC dan membawa pulang poin berharga untuk perjalanan mereka menuju Eredivisie.
Hasil ini menempatkan Willem II dalam posisi strategis di playoff promosi Keuken Kampioen Play-Offs. Seperti dilaporkan Asatunews, Willem II memulai perjuangan promosi dengan catatan performa impresif sepanjang 2026, dan kemenangan ini menegaskan komitmen mereka untuk naik ke kasta tertinggi. Sebaliknya, RKC Waalwijk harus kembali ke ruang ganti dengan keputusan arbitrase yang pahit dan kesempatan yang terlewatkan. Nasib playoff masih terbuka bagi kedua tim di laga-laga selanjutnya, namun momentum psikologis kini jelas berpihak kepada tim asal Tilburg yang terus menggebrak jalan mereka menuju Eredivisie.